GWM Bikin Mobil Retro Bergaya Klasik, Siluetnya Ingatkan VW Beetle
Great Wall Motor menyiapkan mobil baru bergaya retro klasik dengan siluet-Jambi-Independent-akmal
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Great Wall Motor (GWM) kembali mencuri perhatian publik otomotif global. Pabrikan asal Tiongkok tersebut dikabarkan tengah menyiapkan mobil baru bergaya retro klasik yang siluetnya mengingatkan pada Volkswagen Type 1 atau VW Beetle, mobil legendaris yang dikenal luas di Indonesia dengan sebutan VW Kodok.
Mobil bergaya retro ini bukan sekadar pengembangan atau turunan dari lini produk GWM yang sudah ada.
GWM menegaskan bahwa model tersebut merupakan produk sekaligus seri baru yang berdiri sendiri, terpisah dari lima sub merek utama mereka, yakni Haval, Tank, Wey, Ora, dan Poer.
Artinya, GWM sedang menyiapkan identitas baru yang berbeda dari karakter SUV, off-road, maupun mobil listrik yang selama ini melekat pada merek mereka.
BACA JUGA:Resmi Terdaftar di Indonesia, Ini Spesifikasi GWM Ora 07 Performance yang Bikin Penasaran
Informasi awal mengenai mobil retro terbaru GWM ini pertama kali terungkap melalui unggahan Li Fei, Chief Engineer of Drive-By-Wire Chassis GWM, di media sosial Weibo.
Dalam unggahan tersebut, Li Fei membagikan bocoran desain kendaraan yang langsung memancing perhatian karena tampilannya yang sangat familiar.
Garis bodi membulat, proporsi kompak, serta nuansa klasik membuat mobil ini sekilas mengingatkan pada Volkswagen Beetle, model ikonik yang diproduksi dalam rentang waktu panjang dari 1938 hingga 2003.
Li Fei menegaskan bahwa mobil tersebut bukan bagian dari seri yang sudah ada, melainkan produk dan seri baru yang tengah dipersiapkan oleh GWM.
Ia juga mengisyaratkan bahwa kehadiran merek anyar ini semakin dekat dan berpeluang diperkenalkan secara resmi pada 2026.
BACA JUGA:BMW X5 Harga 2026 Terungkap! SUV Mewah Favorit Sultan, Performanya Bikin Merinding
Dari sisi desain, mobil retro terbaru GWM terlihat sangat berbeda dibandingkan lini produk GWM lainnya. Model ini tidak mengikuti pendekatan SUV modern seperti Haval, tidak pula mengusung karakter tangguh ala Tank, kemewahan berkendara Wey, konsep retro-futuristik Ora, maupun DNA pikap dari Poer.
Justru, desainnya menonjolkan gaya mobil lawas dengan banyak sentuhan ornamen krom, termasuk pada area bumper belakang, yang semakin memperkuat kesan klasik.
Sebagai pembanding, Ora yang selama ini dikenal sebagai lini retro-futuristik GWM mengedepankan desain elegan, minimalis, dan modern.
Sementara mobil retro baru ini tampak lebih berani menampilkan estetika klasik murni, seolah membawa kembali nuansa mobil era lampau ke dalam kemasan modern.
BACA JUGA:Mau MPV Listrik yang Beda? Cara DENZA Menarik Perhatian Pasar Indonesia
Meski desainnya sudah mulai terungkap, GWM masih menutup rapat informasi mengenai spesifikasi teknis kendaraan ini.
Namun, beredar spekulasi bahwa mobil retro tersebut akan hadir dengan beragam pilihan powertrain. Salah satu opsi yang paling mungkin adalah teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV), sejalan dengan strategi GWM yang saat ini gencar mengembangkan teknologi elektrifikasi di berbagai lini produknya.
Sebagai gambaran, jajaran produk GWM yang sudah dipasarkan di Indonesia mencakup Haval Jolion, Haval H6, Tank 300, Tank 300 Diesel, Tank 500, serta Ora 03.
Sebagian besar model Haval dan Tank telah mengadopsi teknologi hybrid, sementara Tank 300 Diesel menjadi model bermesin konvensional pertama GWM di Tanah Air. Di sisi lain, Ora 03 hadir sebagai mobil listrik murni dengan harga mulai dari Rp 379 jutaan, yang resmi meluncur pada ajang GIIAS.
BACA JUGA:Resmi Rilis di Indonesia, Geely EX2 Tawarkan Fitur Mewah di Kelas Rp200 Jutaan
Kehadiran mobil retro bergaya klasik ini memperlihatkan langkah berani GWM dalam memperluas portofolio desain dan segmen pasar.
Jika benar meluncur pada 2026, model ini berpotensi menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang menginginkan mobil berkarakter klasik namun tetap dibekali teknologi modern.
Dengan mengusung desain yang mengingatkan pada VW Beetle, GWM tampaknya ingin memadukan nostalgia dengan inovasi.
Sebuah strategi yang bisa membuka babak baru bagi pabrikan Tiongkok tersebut di pasar global, termasuk Indonesia yang dikenal memiliki basis penggemar mobil klasik cukup kuat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




