b9

Lebih Hemat Mana? Biaya Servis Mobil Listrik vs Mobil Bensin dalam 5 Tahun Pemakaian

Lebih Hemat Mana? Biaya Servis Mobil Listrik vs Mobil Bensin dalam 5 Tahun Pemakaian

Perbandingan biaya servis dan operasional mobil listrik dan mobil bensin selama lima tahun pemakaian-ilustrasi/jambi-independent.co.id-akmal

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Biaya operasional masih menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat sebelum membeli mobil.

Seiring meningkatnya popularitas mobil listrik di Indonesia, muncul pertanyaan besar: benarkah mobil listrik lebih hemat dibandingkan mobil bensin jika digunakan hingga lima tahun?

Untuk menjawab hal tersebut, perbandingan tidak bisa hanya dilihat dari harga beli, tetapi juga mencakup biaya per kilometer, servis rutin, hingga pengisian energi. Berikut ulasan lengkapnya.

 

Apa yang Dimaksud Biaya Operasional Mobil?

BACA JUGA:Intip Wujud SUV Rp104 Jutaan Tata Punch 2026 Tampil Stylish, Sudah Bisa Dipesan di Dealer?

Biaya operasional mobil adalah seluruh pengeluaran yang timbul selama kendaraan digunakan. Komponen ini meliputi biaya bahan bakar atau pengisian energi, perawatan dan servis rutin, penggantian komponen, hingga biaya pendukung lainnya.

 

Pada mobil listrik dan mobil bensin, struktur biaya operasional ini berbeda cukup signifikan. Mobil bensin mengandalkan sistem pembakaran yang kompleks, sementara mobil listrik menggunakan motor listrik dan baterai sebagai sumber tenaga utama.

 

Perbandingan Biaya per Kilometer

BACA JUGA:Simak! Ini Kronologis Mobil Pajero Tabrak Pagar Polda Jambi, Pengemudi Positif Narkoba dan Miras

Biaya per kilometer menjadi indikator penting untuk melihat seberapa hemat kendaraan dalam pemakaian harian.

 

Secara umum, mobil listrik memiliki biaya tempuh lebih rendah dibandingkan mobil bensin. Dengan tarif listrik sekitar Rp1.500 per kWh, mobil listrik rata-rata menghabiskan biaya sekitar Rp1.500–Rp2.000 per kilometer.

Konsumsi ini dihitung dari rata-rata penggunaan 1 kWh untuk jarak tempuh sekitar 6–8 km, tergantung efisiensi kendaraan dan gaya berkendara.

 

Sementara itu, mobil bensin dengan harga BBM sekitar Rp12.000 per liter dan konsumsi rata-rata 1 liter untuk 10–12 km, menghabiskan biaya sekitar Rp3.000–Rp4.000 per kilometer.

Artinya, dalam pemakaian harian, mobil bensin bisa mengeluarkan biaya hampir dua kali lipat dibandingkan mobil listrik.

BACA JUGA:BYD Tancap Gas di Indonesia, Denza D9 Jadi Langkah Serius BYD Garap Pasar Indonesia

Biaya Servis dan Perawatan Rutin

 

Dari sisi perawatan, mobil listrik juga cenderung lebih unggul. Tidak adanya mesin pembakaran membuat mobil listrik tidak membutuhkan pergantian oli, busi, atau filter udara secara berkala.

 

Rata-rata biaya servis tahunan mobil listrik berada di kisaran Rp1–2 juta, yang umumnya hanya mencakup pengecekan sistem kelistrikan, motor listrik, dan kondisi baterai.

Namun, baterai menjadi komponen krusial karena penggantiannya dapat dibutuhkan setelah 5–8 tahun penggunaan.

BACA JUGA:Hyundai STARIA Electric 2026 Resmi Debut, Arsitektur 800V Bikin Ngecas Super Ngebut!

Sebaliknya, mobil bensin membutuhkan biaya servis tahunan sekitar Rp2,5–4,5 juta.

Biaya ini berasal dari perawatan rutin seperti ganti oli mesin, filter udara, pemeriksaan sistem pembakaran, hingga transmisi. Dalam jangka lima tahun, biaya perawatan mobil bensin dapat menumpuk cukup signifikan.

 

Biaya Pengisian: SPKLU vs Pom Bensin

 

Pengisian energi juga menjadi keunggulan utama mobil listrik. Di SPKLU, tarif pengisian listrik rata-rata Rp1.500 per kWh, jauh lebih murah dibandingkan harga BBM di pom bensin yang berada di kisaran Rp12.000 per liter.

BACA JUGA:Geger Pasar Otomotif! Wuling Starlight 560 Resmi Debut di China, SUV Murah Rp140 Jutaan dengan 3 Pilihan Mesin

Dalam penggunaan rutin, selisih biaya ini membuat mobil listrik jauh lebih ramah di kantong, terutama bagi pengguna dengan mobilitas harian tinggi di area perkotaan.

 

Apakah Mobil Listrik Selalu Lebih Hemat?

 

Meski unggul dari sisi biaya operasional, mobil listrik tetap memiliki beberapa catatan penting.

 

Pertama, harga beli mobil listrik masih relatif lebih tinggi dibandingkan mobil bensin di kelas yang sama. Teknologi baterai dan motor listrik membuat harga awalnya lebih mahal.

Namun, selisih tersebut berpotensi terbayar melalui penghematan biaya operasional dalam jangka panjang.

BACA JUGA:Update Terbaru! Daftar Harga Mobil Chery 2026 di Indonesia, Semua Tipe Lengkap

Kedua, penggunaan jarak jauh masih menjadi tantangan. Mobil listrik paling efisien digunakan untuk perjalanan harian jarak pendek hingga menengah.

Untuk perjalanan jauh, keterbatasan infrastruktur SPKLU dan waktu pengisian yang lebih lama masih menjadi pertimbangan, meski terus mengalami peningkatan.

 

Ketiga, biaya penggantian baterai bisa menjadi beban di masa depan. Baterai merupakan komponen termahal pada mobil listrik dan umumnya perlu diganti setelah 5–8 tahun.

Meski begitu, banyak produsen kini memberikan garansi baterai hingga 8 tahun, serta perkembangan teknologi yang membuat harga baterai semakin terjangkau.

Kesimpulan

BACA JUGA:Update Terbaru! Daftar Harga Mobil Chery 2026 di Indonesia, Semua Tipe Lengkap

Jika dilihat dari biaya servis dan operasional selama lima tahun, mobil listrik terbukti lebih hemat dibandingkan mobil bensin, terutama untuk penggunaan harian di perkotaan.

Biaya pengisian energi yang rendah dan perawatan yang lebih sederhana menjadi keunggulan utamanya.

 

Namun, keputusan memilih mobil listrik atau bensin tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan, pola perjalanan, serta kesiapan infrastruktur di wilayah masing-masing.

Dengan perkembangan teknologi dan dukungan pemerintah, mobil listrik diprediksi akan semakin kompetitif dan ekonomis di masa depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait