b9

Bikin Rumah Nggak Sumpek, Open-Space dan High Ceiling Jadi Solusinya

Bikin Rumah Nggak Sumpek, Open-Space dan High Ceiling Jadi Solusinya

konsep open space dan high ceiling menjadi solusi desain rumah-ilustrasi/jambi-independent.co.id-akmal

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Sedang berencana membeli rumah atau mencari inspirasi desain hunian kekinian? Jika iya, Anda mungkin sudah sering menjumpai rumah dengan plafon tinggi yang bahkan bisa dimanfaatkan sebagai mezzanine atau loteng tambahan.

Konsep ini dikenal sebagai high ceiling dan kini semakin populer, terutama pada rumah bergaya modern dan minimalis.

 

Tak hanya terlihat mewah, konsep high ceiling juga menawarkan kenyamanan ekstra bagi penghuni. Namun, penerapannya tidak bisa sembarangan.

Jika salah perencanaan, rumah justru bisa kehilangan estetika bahkan terasa kurang nyaman. Karena itu, penting untuk memahami konsep high ceiling dan cara mengaplikasikannya dengan tepat, terlebih jika dipadukan dengan konsep open space.

BACA JUGA:Wajib Masuk Wishlist! Ini Deretan Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026 yang Bakal Jadi Rebutan Traveler Global

High ceiling sendiri adalah desain ruangan dengan plafon yang lebih tinggi dari standar rumah pada umumnya.

Jika tinggi plafon rumah biasa berkisar antara 2,5 hingga 3 meter, maka high ceiling umumnya berada di kisaran 3 hingga 5 meter. Dengan ketinggian ini, ruangan terasa lebih lapang meski luas lahan terbatas.

 

Tak heran, konsep ini kerap menjadi solusi rumah di lahan sempit agar tetap terlihat terang, lega, dan tidak sumpek. Bukaan vertikal yang lebih tinggi juga memberi kesan visual yang luas sekaligus meningkatkan kenyamanan.

 

Keunggulan Konsep High Ceiling

 

Salah satu keunggulan utama high ceiling adalah membuat ruangan terasa lebih lega. Dengan plafon tinggi, pandangan mata tidak langsung terhenti pada dinding atau langit-langit, sehingga menciptakan efek visual yang lapang dan nyaman.

BACA JUGA:Isra Miraj: Momen Penting yang Penuh Hikmah bagi Umat Islam, Ini Makna dan Amalannya

Selain itu, rumah dengan high ceiling cenderung terasa lebih adem. Udara panas akan naik ke atas, sementara udara sejuk berada di bawah.

Dengan ketinggian plafon yang memadai, panas tidak terperangkap di area aktivitas penghuni. Ditambah dengan ventilasi vertikal seperti jendela atas atau roster, sirkulasi udara menjadi lebih optimal tanpa harus bergantung sepenuhnya pada AC.

 

Keunggulan lainnya, area vertikal pada high ceiling bisa dimanfaatkan sebagai ruang tambahan. Banyak pemilik rumah memanfaatkan ruang ini untuk mezzanine yang difungsikan sebagai kamar tidur, ruang kerja, atau area penyimpanan, tanpa perlu memperluas bangunan ke samping.

BACA JUGA:Rumah Mulai Terasa Nggak Nyaman? Ini 5 Tandanya yang Sering Diabaikan

Dari sisi estetika, high ceiling memberikan kesan elegan dan berkelas. Ketinggian plafon membuat ruangan tampak lebih megah, terlebih jika dipadukan dengan jendela besar dari lantai hingga mendekati plafon.

Cahaya alami yang masuk pun melimpah, membuat ruangan lebih hidup dan estetik.

 

Perpaduan Open Space dan High Ceiling

 

Konsep open space atau ruang terbuka tanpa sekat semakin memperkuat kesan lega pada rumah. Dengan menghilangkan dinding pembatas antar ruang, cahaya alami dapat menyebar lebih merata, sementara interaksi antar penghuni menjadi lebih mudah.

BACA JUGA:Mengenal Desain Rumah Industrial: Konsep Unik yang Jadi Tren di Kalangan Milenial

Perpaduan open space dan high ceiling dinilai efektif karena menciptakan ilusi ruang yang luas dan tinggi sekaligus. Dapur yang menyatu dengan ruang makan atau ruang keluarga, misalnya, akan terasa lebih fleksibel dan fungsional.

 

Namun, konsep ini tetap perlu diimbangi dengan pemilihan furnitur dan dekorasi yang tepat. Furnitur multifungsi, ramping, dan berwarna netral sangat disarankan agar ruangan tetap rapi dan tidak terasa penuh.

 

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

BACA JUGA:Bupati Muaro Jambi Turun Langsung, Proyek Jalan Talang Duku Dipastikan Tak Asal Jadi

Meski terlihat ideal, penerapan high ceiling juga memiliki tantangan. Salah satu kesalahan paling umum adalah pencahayaan yang kurang tepat.

Mengandalkan lampu plafon saja sering membuat cahaya tidak merata, terutama saat malam hari. Solusinya, gunakan pencahayaan berlapis seperti lampu gantung, lampu dinding, atau lampu lantai.

 

Kesalahan lainnya adalah kurangnya ventilasi. Jendela besar yang tidak bisa dibuka justru membuat sirkulasi udara terhambat. Ventilasi tambahan di area atas sangat penting agar udara panas bisa keluar dan ruangan tetap sejuk.

 

Selain itu, perawatan rumah dengan high ceiling juga perlu diperhatikan. Plafon yang tinggi memang indah, tetapi akan menyulitkan saat membersihkan atau mengganti lampu, sehingga perlu perencanaan ekstra sejak awal.

BACA JUGA:Bukan Sekadar Cat! Ini 7 Tren Warna Interior 2026 yang Bakal Mendominasi Rumah Modern

Tips Agar Rumah Tetap Nyaman

 

Agar rumah open space dengan high ceiling tetap nyaman, gunakan pembatas visual seperti sofa, karpet, rak terbuka, atau tanaman untuk memisahkan area fungsional tanpa menghilangkan kesan luas.

Pilih warna cat cerah dan netral seperti putih, krem, atau abu-abu muda agar cahaya memantul dengan maksimal.

 

Maksimalkan cahaya alami dengan jendela besar, tirai tinggi dari plafon ke lantai, serta pencahayaan buatan yang tepat.

Gunakan material lantai yang konsisten di seluruh area agar kesan menyatu semakin kuat, serta manfaatkan ruang vertikal dengan rak tinggi atau dekorasi dinding.

BACA JUGA:Jangan Ditunggu! 7 Tanaman Hias Ini Wajib Distek Januari, Dijamin Subur Saat Musim Panas

Dengan perencanaan yang matang, konsep open space berpadu high ceiling dapat menghadirkan rumah yang lega, modern, fungsional, dan nyaman untuk ditinggali.

Rumah pun tak hanya terlihat mewah, tetapi juga benar-benar mendukung kualitas hidup penghuninya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: