Jogging Tiap Hari Emang Perlu? Ini Jumlah Ideal dalam Seminggu dari Ahlinya
Jogging tidak harus dilakukan setiap hari untuk mendapatkan manfaat kesehatan-ilustrasi/jambi-independent.co.id-akmal
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Jogging menjadi salah satu olahraga favorit banyak orang karena mudah dilakukan dan bermanfaat bagi kesehatan jantung serta stamina tubuh.
Namun, meski terdengar sederhana, jogging tetap perlu dilakukan dengan porsi yang tepat. Pasalnya, terlalu sering berolahraga tanpa jeda justru bisa meningkatkan risiko cedera dan kelelahan.
Lantas, sebenarnya jogging seminggu berapa kali yang ideal agar tubuh tetap sehat tanpa berujung masalah? Berikut penjelasannya.
Jogging Seminggu Berapa Kali yang Ideal?
BACA JUGA:Isra Miraj: Momen Penting yang Penuh Hikmah bagi Umat Islam, Ini Makna dan Amalannya
Frekuensi jogging sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh, tingkat kebugaran, serta kesibukan masing-masing individu.
Untuk pemula, jogging tiga sampai empat kali seminggu dinilai sudah sangat cukup. Bahkan, jogging dua kali seminggu pun tetap bermanfaat selama dilakukan secara konsisten dan disertai waktu istirahat yang memadai.
Selain jogging, disarankan juga untuk menambahkan latihan kekuatan dan fleksibilitas, seperti latihan otot ringan atau stretching.
Latihan ini membantu memperkuat otot, meningkatkan keseimbangan tubuh, serta menurunkan risiko cedera saat berlari.
BACA JUGA:Rumah Mulai Terasa Nggak Nyaman? Ini 5 Tandanya yang Sering Diabaikan
Tak kalah penting, pastikan menyisihkan minimal satu hari untuk rest day. Waktu istirahat berfungsi memberi kesempatan bagi otot untuk pulih, mengisi ulang energi, dan menjaga kesehatan mental.
Jika tubuh mulai terasa lelah berkepanjangan, pegal tak kunjung hilang, atau motivasi menurun drastis, itu bisa menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak istirahat.
Apakah Jogging Setiap Hari Aman?
Jogging setiap hari sebenarnya tidak selalu dianjurkan, terutama bagi pemula. Aktivitas ini dapat meningkatkan risiko cedera overuse, yaitu cedera akibat penggunaan otot dan sendi secara berlebihan tanpa waktu adaptasi yang cukup.
BACA JUGA:Mengenal Desain Rumah Industrial: Konsep Unik yang Jadi Tren di Kalangan Milenial
Untuk mengurangi risiko tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Gunakan sepatu lari yang sesuai dan ganti secara berkala
- Tingkatkan jarak dan durasi secara bertahap
- Kombinasikan jogging dengan olahraga lain, seperti bersepeda atau berenang
- Lakukan pemanasan sebelum jogging dan peregangan setelahnya
- Perhatikan teknik lari agar beban pada otot tidak berlebihan
Jika mengalami cedera atau nyeri yang mengganggu aktivitas, sebaiknya segera menghentikan latihan dan berkonsultasi dengan tenaga medis. Metode RICE (rest, ice, compression, elevation) juga bisa membantu proses pemulihan otot.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Cat! Ini 7 Tren Warna Interior 2026 yang Bakal Mendominasi Rumah Modern
Berapa Lama Durasi Jogging Setiap Sesi?
Durasi jogging ideal berbeda-beda, tergantung tingkat kebugaran dan tujuan olahraga. Untuk pemula, jogging dapat dimulai selama 20–30 menit per sesi, dengan kombinasi jogging dan jalan kaki sesuai kemampuan.
Fokus utamanya adalah membangun kebiasaan dan daya tahan tubuh, bukan mengejar kecepatan.
Seiring waktu, durasi jogging bisa ditingkatkan secara bertahap. Untuk menjaga kebugaran secara umum, pedoman dari U.S.
Department of Health and Human Services menyarankan orang dewasa untuk melakukan minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu.
BACA JUGA:Jangan Ditunggu! 7 Tanaman Hias Ini Wajib Distek Januari, Dijamin Subur Saat Musim Panas
Kesimpulannya
Jogging tidak harus dilakukan setiap hari untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Bagi pemula, 3–4 kali jogging per minggu sudah cukup, asalkan disertai istirahat yang cukup serta latihan pendukung lainnya.
Dengarkan sinyal dari tubuh dan sesuaikan intensitas olahraga dengan kemampuan masing-masing agar manfaat jogging bisa dirasakan secara optimal tanpa risiko cedera.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




