Bukan Sekadar Cantik! Terungkap Alasan Ilmiah Kenapa Telur Puyuh Bercorak dan Tak Pernah Sama
Penampakan telur puyuh.-ist/jambi-independent.co.id-
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Pernahkah kamu memperhatikan telur puyuh dengan saksama?
Ukuran telur puyuh mungil, tapi cangkangnya dipenuhi bercak cokelat, hitam, hingga keabu-abuan yang tampak acak.
Uniknya, nyaris tak ada dua telur puyuh yang polanya benar-benar sama.
Ternyata, corak khas ini bukan kebetulan alam. Di balik tampilannya yang unik, ada penjelasan ilmiah menarik tentang corak telur puyuh yang jarang diketahui banyak orang.
BACA JUGA:Tak Sekadar Facelift! Suzuki Indonesia Rilis Grand Vitara Terbaru 2026
1. Pigmen Alami dari Tubuh Induk Puyuh
Corak pada telur puyuh berasal dari pigmen alami bernama protoporfirin. Pigmen ini berkaitan erat dengan proses biologis pembentukan hemoglobin dalam tubuh unggas.
Saat telur masih berada di saluran reproduksi induk puyuh, pigmen protoporfirin dilepaskan dan menempel di permukaan cangkang sebelum telur dikeluarkan.
Inilah yang menciptakan bercak-bercak khas berwarna cokelat kemerahan hingga hitam.
Sejumlah penelitian dalam 'Journal of Poultry Science' menyebutkan, protoporfirin memang menjadi sumber utama warna dan pola unik pada telur unggas tertentu, termasuk puyuh.
BACA JUGA:Mitsubishi All-New Destinator 2026, SUV Keluarga Modern yang Siap Diajak Perjalanan Jauh
2. Kamuflase Alami dari Predator
Di habitat aslinya, puyuh biasanya bertelur di tanah terbuka atau di sela rerumputan. Corak bercak pada telur berfungsi sebagai kamuflase alami, membuat telur sulit dikenali oleh predator.
Dengan pola yang menyatu dengan warna tanah dan dedaunan, peluang telur untuk bertahan hidup menjadi lebih besar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



