b9

Dampak Kurangnya Literasi dan Etika Digital di Masyarakat yang Harus Diwaspadai

Dampak Kurangnya Literasi dan Etika Digital di Masyarakat yang Harus Diwaspadai

Pentingnya literasi digital, untuk terhindar dari hoaks.-ist/jambi-independent.co.id-

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Di zaman serba online seperti sekarang, kurangnya literasi dan etika digital bukan lagi sekadar isu akademis yang jauh dari kehidupan sehari-hari.

Setiap hari, smartphone di tanganmu membanjiri hidup dengan informasi—tanpa henti, tanpa filter.

Sayangnya, tak semua orang dibekali kemampuan memilah: mana fakta, mana opini, mana yang layak dibagikan ke orang lain.

Literasi dan etika digital seharusnya jadi tameng, bukan cuma jargon kosong.

BACA JUGA:Pesta Kembang Api Dilarang! Ini Agenda Malam Tahun Baru dari Pemprov Jambi

Begitu masyarakat belum paham cara membaca konteks digital, masalah sosial gampang bermunculan.

Hoaks, perundungan, bocornya data, sampai polarisasi—semua itu tumbuh subur kalau fondasinya rapuh.

Tulisan ini membedah dampak-dampak yang harus kamu waspadai, supaya kamu bisa lebih waspada dan ikut andil membangun ruang digital yang sehat.

Ledakan Hoaks dan Misinformasi

Kurangnya literasi digital bikin orang gampang terkecoh. Fakta, opini, dan manipulasi sering bercampur jadi satu, sulit dibedakan.

BACA JUGA:Cari Tablet Ringkas? Ini Rekomendasi Tablet 8 Inci Paling Worth It, Spesifikasi Lengkap dan Harga

Berita sensasional langsung dipercaya hanya karena viral, tanpa peduli siapa pembuatnya atau motif di baliknya.

Hasilnya? Hoaks soal kesehatan, politik, atau isu SARA menyebar liar, mengacaukan cara pandang masyarakat.

Dan efeknya nggak cuma di dunia maya. Banyak keputusan nyata diambil berdasarkan informasi salah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait