b9

Viral Kasus Tabrak Lari, Ini Klarifikasi Bawaslu Provinsi Jambi

Viral Kasus Tabrak Lari, Ini Klarifikasi Bawaslu Provinsi Jambi

Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Wein Arifin saat klafikasi kasus tabrak lari PNS Bawaslu-Ist/jambi-independent.co.id-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jambi menyikapi video viral di beberapa konten media sosial, terkait kasus tabrak lari.

Ketua Bawaslu Provinsi Jambi Wein Arifin angkat bicara, dalam wawancara dengan beberapa awak media Jumat siang 18 Juli 2025 di ruangan kerjanya, Wein Arifin menyampaikan beberapa hal.

Pertama, bahwa benar itu adalah staf PNS, dalam mobil itu adalah staf PNS Bawasu Provinsi Jambi bagian keuangan.

Kronologis peristiwa, staf PNS ini sedang menunggu istrinya yang sedang mengurus ijazah di STIKBA di daerah Lebak Bandung dan memarkir mobilnya di tepi jalan samping kampus STIKBA untuk menunggu Istrinya yang sedang di kampus STIKBA.

BACA JUGA:Waduh..Uji Petik Bawaslu Temukan Ketidaksesuaian Data Pemilih, 13 dari 16 Pemilih Baru Tidak Valid

Kemudian ketika dia sedang menunggu, dia didatangi oleh oknum tiga orang dan menuduhkan staf Bawaslu memesan michat yang kemudian dijawab oleh bahwa dia tidak melakukan itu karena sedang menunggu istrinya di kampus.

Kemudian tiga orang oknum tersebut meminta uang sambil memukul mobil. "Karena merasa terancam dan dikepung oleh 3 orang tersebut, maka staf kami memberikan uang Rp100 ribu dengan harapan ketiga orang itu pergi," kata dia.Namun bukannya pergi mereka meminta uang lagi dan dikasih lagi sebanyak Rp100 ribu. 

Selanjutnya yang bersangkutan merasa dirinya terintimidasi dan terancam, bahkan spion mobil di sebelah kanan dipatahkan serta kaca mobilnya dipukul pakai batu dan dinding mobil dipukul-pukul.

Serta pintu mobil diketok-ketok oleh pelaku. "Staf kami juga melihat teman-teman pelaku sudah banyak yang berdatangan untuk ikut mengintimidasi," kata Wein.

BACA JUGA:5 Figur PAN Mencuat, Diprediksi Bakal Jadi Pengganti Al Haris sebagai Gubernur Jambi

Sehingga dia berusaha untuk menyelamatkan diri dengan jalan kabur dari lokasi tersebut dari upaya tindakan intimidasi, ancaman, pemerasan dari beberapa orang.

Kemudian ketika dia hendak pergi mobilnya dihadang oleh motor pelaku maka terjadilah tabrakan dengan motor pelaku dan salah satu pelaku.

Dan ketika dalam pelarian di mobil, dia dihadang lagi oleh salah satu pelaku sehingga ketika itu dia kehilangan kendali karena mau menghindari agar tidak terjadi tabrakan dengan pelaku namun hal tersebut tidak dapat terelakkan dan menyenggol pelaku serta menabrak beberapa mobil di showroom. 

"Sesampainya yang bersangkutan ke daerah Sijenjang, ketika staf kami melihat sudah ada polisi yang ikut mengejar yang bersangkutan, sehingga dia merasa aman, sudah ada polisi baru dia berhenti, sampai akhirnya yang bersangkutan di proses di Pos Lantas Simpang Pulai dan oleh pihak Polsek Jelutung. Inilah fakta yang sebenarnya terkait dengan hal tersebut. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: