Penawaran Korting Terakhir, Peminjaman Lukaku ke Inter

Penawaran Korting Terakhir, Peminjaman Lukaku ke Inter

Lukaku--

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Proses negosiasi transfer antara Inter Milan dan Chelsea terus berlangsung. Terbaru, sebagai upaya terakhir, Nerazzurri kabarnya akan meminta diskon 50 persen untuk biaya peminjaman Romelu Lukaku.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Romelu Lukaku tidak bahagia di Chelsea. Ia tidak nyaman bermain di bawah asuhan Thomas Tuchel sehingga ia ingin cabut di musim panas ini.

Lukaku diketahui ingin kembali ke Inter Milan. Sementara pihak Nerrazurri juga mendambakan kepulangan sang striker.

Calciomercato mengklaim bahwa transfer Romelu Lukaku ini bakal rumit. Karena Inter menawar terlalu murah untuk sang striker.

BACA JUGA:Sadis, Burung Rangkong Khas Kaltim Ini Dianiaya Sekolompok Orang

BACA JUGA:Terlibat Jual Beli Burung Beo Dilindungi, Pria Ini Diringkus Polisi

Laporan itu mengklaim bahwa Inter Milan berencana meminjam Lukaku. Karena mereka tidak sanggup membeli ulang sang striker.

Jika mereka harus membeli ulang, maka mereka harus keluar lebih dari 100 juta Euro untuk mendapatkan jasa sang bomber.

Sementara Inter sendiri keuangannya lagi ngepress. Jadi mereka hanya mau meminjam sang striker dan Chelsea tidak keberatan akan hal itu.

Laporan itu mengklaim bahwa Chelsea siap meminjamkan Lukaku ke Inter. Namun mereka meminta Inter bayar biaya peminjaman ke mereka.

BACA JUGA:Erik Ten Hag Dibilang Sok-Sokan, Ini Alasannya

BACA JUGA:Jadwal Lengkap dan Klasemen MotoGP

Chelsea membanderol biaya peminjaman Lukaku sebanyak 15 juta Euro. Mereka menilai harga itu wajar karena kontrak Lukaku masih panjang dan ia dibeli musim lalu dengan harga yang sangat tinggi pula.

Namun Inter Milan ogah membayar semahal itu. Mereka kabarnya hanya mau membayar sekitar 8 juta Euro saja untuk biaya peminjaman sang striker.

Laporan itu juga mengklaim bahwa Inter Milan punya tuntutan lain ke Chelsea. Mereka meminta The Blues menanggung sebagian gaji Lukaku.

Ini disebabkan Lukaku memiliki gaji yang kelewat besar. Sehingga Inter yang keuangannya ngepress tidak bisa membayarnya. (slt)

Sumber: