b9

Gerakan Tani Makmur HKTI Jambi, Menuju Kedaulatan Pangan dan Energi Menuju Indonesia Emas 2045

   Gerakan Tani Makmur HKTI Jambi, Menuju Kedaulatan Pangan dan Energi Menuju Indonesia Emas 2045

Gerakan Tani Makmur HKTI Jambi, Menuju Kedaulatan Pangan dan Energi Menuju Indonesia Emas 2045-Foto: ist-jambi independent

 

Oleh: Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM

 

JAMBI,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID -  Hari ini sangat bersejarah bagi petani di Provinsi Jambi, karena hari ini HKTI sebagai wadah berhimpunnya petani kembali akan dilantik oleh Ketua umum DPP HKTI yang juga Wakil Menteri Pertanian Republik Inonesia Sudaryono atau Mas Dar.

Mas Dar sendiri selama ini dikenal sebagai sosok anak muda yang memiliki kepedulian dan keberpihakkan pada masalah pertanian, UMKM dan koperasi.

Mas Dar bukan hanya wakil menteri tapi anak ideologis Presiden Prabowo sejak dari ia dipercaya sebagai Aspri pak Prabowo di era 2008 - 2018 silam.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, arah kompas pembangunan nasional kian tegas dalam menempatkan ketahanan pangan dan energi sebagai pilar stabilitas negara. Kebijakan ini bukan sekadar respons terhadap diskursus global, melainkan langkah mitigasi riil di tengah ancaman krisis rantai pasok dan volatilitas iklim yang kian ekstrem.

BACA JUGA:Kejati Jambi Periksa Mantan Kabid Bappeda Provinsi Jambi, Terkait Kasus Korupsi Jalan Pelabuhan Ujung Jabung

Bagi Provinsi Jambi, visi besar ini adalah panggilan sejarah untuk bertransformasi menjadi daerah penyangga utama kekuatan nasional.

​Secara struktur ekonomi, Jambi adalah negeri yang bertumpu pada napas petani, di mana sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang signifikan sekitar 30–32 persen terhadap PDRB. Namun, kita harus jujur pada data bahwa produktivitas saat ini belum menyentuh titik optimal. Produksi padi yang berada di kisaran 350–400 ribu ton gabah kering giling per tahun masih menyisakan celah ketergantungan pasokan, terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat urban yang terus tumbuh.

​Di sinilah Gerakan Tani Makmur HKTI Jambi hadir melakukan intervensi strategis dengan fokus yang konkret dan terukur, yakni menggenjot produktivitas minimal 10–15 persen per musim tanam. Melalui perbaikan kualitas benih, percepatan mekanisasi, dan efisiensi input produksi, kita menargetkan Jambi mampu menyentuh ambang swasembada pangan dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan. 

​Kekuatan Jambi tidak hanya berhenti di sektor pangan, sebab dengan hamparan perkebunan kelapa sawit yang melampaui 1,1 juta hektare, Jambi adalah raksasa produsen Crude Palm Oil (CPO). Potensi ini tidak boleh lagi hanya diekspor sebagai komoditas mentah, melainkan harus ditangkap sebagai peluang hilirisasi melalui program biodiesel guna memperkuat bauran energi terbarukan nasional.

Lebih jauh lagi, sisa aktivitas pertanian seperti jerami padi hingga tandan kosong kelapa sawit merupakan sumber biomassa luar biasa yang, jika dikelola dengan teknologi tepat guna, dapat dikonversi menjadi energi alternatif berbasis desa yang mandiri.

BACA JUGA:Pendaftaran Seleksi Dimulai! ASN Berpeluang Duduk di 5 Posisi Elit Pemprov Jambi Ini

​Optimisme produksi ini tentu akan menjadi semu tanpa adanya peningkatan kesejahteraan. Dengan Nilai Tukar Petani (NTP) yang masih fluktuatif di angka 100–105, keuntungan petani kita masih terlampau tipis karena seringkali tergerus oleh rantai distribusi yang panjang. Gerakan Tani Makmur berkomitmen memutus mata rantai yang tidak efisien tersebut dengan mendorong penguatan kelembagaan melalui koperasi dan kemitraan strategis dengan para offtaker, sehingga margin keuntungan lebih banyak dirasakan langsung oleh petani.

​Tantangan besar lainnya adalah regenerasi, mengingat mayoritas petani saat ini telah berusia di atas 45 tahun. Kita tidak ingin sektor ini layu sebelum Indonesia Emas 2045 tiba, sehingga HKTI Jambi secara konsisten merangkul generasi muda melalui pendekatan agribisnis modern. Kita ingin mengubah citra bertani dari sekadar kerja fisik menjadi kerja cerdas berbasis teknologi digital, pertanian presisi, dan pemasaran daring.

​Menuju Indonesia Emas 2045, potensi alam hanyalah angka jika tidak dikelola dengan konsistensi dan keberpihakan yang nyata. Jambi memiliki modalitas lahan dan kekuatan sosial yang mumpuni untuk menjadi lumbung pangan sekaligus episentrum energi terbarukan. Gerakan Tani Makmur adalah peta jalannya, dan keberpihakan kepada petani adalah kunci utamanya. Mari kita jadikan bumi Jambi sebagai fondasi kokoh bagi kedaulatan bangsa.(*)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: