b9

Jangan Charge Siang Hari! 7 Kesalahan Pengisian Daya EV yang Memperparah Kerusakan Baterai

Jangan Charge Siang Hari! 7 Kesalahan Pengisian Daya EV yang Memperparah Kerusakan Baterai

BYD Indonesia menjelaskan bahwa baterai mobil listriknya tidak bisa diganti per sel jika rusak-ilustrasi/jambi-independent.co.id-BYD

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan bahwa suhu panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir dapat berdampak signifikan terhadap kinerja dan umur pakai kendaraan listrik (EV).
 
Yannes mengatakan, suhu lingkungan di atas 35 derajat Celsius dapat mempercepat proses degradasi baterai.
 
"Reaksi kimia di dalam baterai berlangsung lebih cepat pada suhu tinggi, sehingga kapasitasnya lebih cepat menurun," katanya ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu (30/4/2026).
 
DAMPAK PANAS EKSTREM TERHADAP BATERAI EV
 
Menurut penjelasan Yannes, kapasitas baterai yang menurun akibat suhu tinggi dapat menyebabkan beberapa dampak negatif:
 
  • Jarak tempuh kendaraan berkurang hingga 10-30 persen
  • Proses pengisian daya menjadi lebih lambat dari normal
  • Umur pakai baterai berpotensi memendek sekitar 8-30 persen
 
Kondisi tersebut menuntut perhatian lebih dari pengguna kendaraan listrik dalam melakukan perawatan, terutama di tengah cuaca panas ekstrem yang melanda Indonesia.
 
MENGAPA SUHU TINGGI MEMPERCEPAT DEGRADASI?
 
Baterai lithium-ion pada kendaraan listrik bekerja berdasarkan reaksi kimia. Ketika suhu lingkungan meningkat:
 
  • Laju reaksi kimia di dalam sel baterai meningkat drastis
  • Stres termal pada material elektroda dan elektrolit bertambah
  • Risiko pembentukan dendrit lithium yang dapat merusak struktur internal
  • Efisiensi konversi energi menurun, menghasilkan lebih banyak panas
 
Efek kumulatif ini yang akhirnya mempercepat penurunan kapasitas dan umur baterai.
 
7 TIPS PERAWATAN BATERAI EV DI CUACA PANAS
 
Adapun langkah paling efektif yang dapat dilakukan pengguna EV antara lain:
 
  1. Aktifkan Fitur Preconditioning Sebelum Berkendara
  • Preconditioning mendinginkan baterai sebelum perjalanan dimulai
  • Membantu sistem thermal management bekerja lebih efisien
  • Aktifkan via aplikasi mobil 15-30 menit sebelum berangkat
 
  1. Parkir di Tempat Teduh atau Garasi
  • Hindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama
  • Gunakan area parkir beratap atau indoor bila memungkinkan
  • Suhu kabin dan baterai lebih stabil, mengurangi beban pendinginan
 
  1. Jaga State of Charge (SoC) di Kisaran 20-80 Persen
  • Hindari mengisi daya hingga 100 persen setiap hari, terutama saat cuaca panas
  • Jangan biarkan baterai turun di bawah 20 persen dalam kondisi ekstrem
  • Rentang 20-80 persen adalah zona optimal untuk umur baterai jangka panjang
 
  1. Hindari Fast Charging Saat Suhu Lingkungan Tinggi
  • Jangan melakukan pengisian cepat DC ketika baterai masih panas setelah digunakan
  • Hindari charging siang hari saat suhu puncak (11.00-15.00 WIB)
  • Pengisian daya sebaiknya dilakukan pada malam hari ketika suhu lebih rendah
 
  1. Batasi Fast Charging Maksimal 80 Persen
  • Jika terpaksa menggunakan fast charging, hentikan saat baterai mencapai 80 persen
  • 20 persen terakhir membutuhkan energi lebih besar dan menghasilkan panas lebih tinggi
  • Gunakan charging Level 2 (AC) untuk pengisian harian yang lebih aman
 
  1. Periksa Rutin Sistem Pendingin Baterai
  • Pastikan cairan pendingin (coolant) dalam kondisi optimal dan level cukup
  • Cek sensor suhu dan pompa sirkulasi berfungsi normal
  • Lakukan servis berkala sesuai rekomendasi pabrikan
 
  1. Gunakan Pelindung Kaca (Sunshade) Saat Parkir
  • Sunshade membantu mengurangi radiasi panas langsung ke kabin
  • Suhu interior lebih rendah, mengurangi beban AC dan sistem pendingin baterai
  • Mudah dipasang dan dilepas, investasi kecil dengan manfaat besar
 
 
TANDA-TANDA BATERAI EV MENGALAMI DEGRADASI
 
Waspadai gejala berikut yang dapat mengindikasikan penurunan kesehatan baterai:
 
  • Jarak tempuh nyata berkurang signifikan dibanding spesifikasi awal
  • Waktu pengisian daya semakin lama meski menggunakan charger yang sama
  • Indikator SoC tidak akurat atau fluktuatif
  • Performa akselerasi terasa lebih lemah dari sebelumnya
  • Sistem memberi peringatan terkait suhu atau kesehatan baterai
 
Jika mengalami gejala tersebut, segera konsultasikan ke bengkel resmi untuk diagnosa menyeluruh.
 
 
 
Cuaca panas ekstrem dengan suhu di atas 35 derajat Celsius memang berpotensi mempercepat degradasi baterai kendaraan listrik. Dampaknya nyata: jarak tempuh berkurang, charging lebih lambat, dan umur baterai memendek.
 
 
 
Di tengah gelombang panas yang melanda Indonesia, mari jadikan momentum ini untuk lebih peduli pada perawatan kendaraan listrik. Karena baterai yang sehat bukan hanya soal performa hari ini, tapi juga investasi mobilitas berkelanjutan untuk masa depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: