b9

Jetour T1 Sukses Taklukan Dua Iklim Berbeda di Pegunungan Andes dan Gurun Atacama

 Jetour T1 Sukses Taklukan Dua Iklim Berbeda di Pegunungan Andes dan Gurun Atacama

Jetour sukses uji coba T1 di dua cuaca ekstrem berbeda.--Ist/jambi-independent.co.id--

JAKARTA, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Jetour sukses melakukan kegiatan uji coba untuk kendaraan T1 di berbagai medan. Pengujian yang dilakukan di dua iklim berbeda ini, seperti di Pegunungan Andes hingga kondisi paling kering di dunia di Gurun Atacama.

Dalam masa pengujiannya di Pegunungan Andes yang memiliki ketinggian lebih dari 5.000 meter, Jetour T1 menghadapi suhu ekstrem, tekanan udara rendah, dan kadar oksigen minim.

Kondisi tersebut, sangat memungkinkan untuk bisa menurunkan performa dari kendaraan. Kondisi ini dimanfaatkan sebagai pengujian langsung untuk mengevaluasi cold start, performa off-road, tenaga, dan handling.

Pengujian semata-mata untuk membuktikan ketangguhan dan juga kenyamanan kendaraan tersebut saat digunakan di beragam kondisi cuaca dan juga medan yang dilalui.

BACA JUGA:Harga Emas Berjaya! Dua Hari Beruntun Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Pegadaian Serempak Naik

“Melalui pengujian di berbagai kondisi ekstrem di dunia, kami ingin memastikan bahwa setiap teknologi dan kapabilitas yang kami tawarkan benar-benar relevan dan memberikan rasa percaya diri bagi konsumen dalam setiap perjalanan mereka,” kata Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah dalam keterangan resminya, Kamis.

Dikembangkan sebagai bagian dari strategi global Jetour “Travel+”, Jetour T1 hadir bukan hanya sebagai kendaraan, tetapi sebagai partner perjalanan yang dirancang untuk memberikan kebebasan eksplorasi, tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara di perkotaan.

“Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Jetour untuk menghadirkan kendaraan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aman, tangguh, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” ujar dia.

Dalam uji cold start, mesin yang digunakan oleh kendaraan ini yakni 2.0T Turbocharged mampu menyala hanya dalam satu kali percobaan, meskipun kadar oksigen hanya sekitar 60 persen dibandingkan kondisi normal.

BACA JUGA:Mantan Kepala BPN Tanjabtim Ditahan Kejati Jambi, Korupsi Pengadaan Tanah Jalan Pelabuhan Ujung Jabung

“Performa ini menunjukkan kemampuan adaptasi tinggi serta kalibrasi mesin yang matang,” ucap dia.

Di sisi lain, pengujian dibebankan untuk penggunaan off-road. Pengujian ini menitik beratkan pada sistem XWD Intelligent All-Wheel Drive yang digunakan oleh kendaraan tersebut.

Hasilnya, sistem ini menunjukkan kemampuan adaptif yang canggih dengan distribusi torsi secara real time, sehingga memungkinkan kendaraan melewati medan ekstrem seperti pasir longgar dan jurang tanpa hambatan.

Sementara pada iklim yang berbeda dan juga tidak kalah ekstrem, Jetour menyiksa T1 ini di gurun yang cukup terik. 

BACA JUGA:Biaya Haji Berpotensi Disesuaikan, Pemerintah Evaluasi Dampak Kenaikan Harga Avtur

Atacama menjadi ujian sesungguhnya untuk durabilitas mekanis dan stabilitas sistem Jetour T1, dengan kelembapan hanya sekitar 5 persen, suhu ekstrem, debu garam korosif, serta fluktuasi suhu harian di atas 30°C.

Hasilnya, Jetour T1 berhasil keluar dari jebakan pasir sedalam 30 cm berkat sistem XWD yang mampu mendistribusikan torsi hingga 390 Nm secara presisi ke keempat roda serta mampu menghasilkan tenaga yang stabil dalam uji tanjakan hingga 30°.

Rangkaian pengujian ini menegaskan komitmen Jetour dalam menghadirkan kendaraan yang benar-benar teruji di kondisi ekstrem dunia nyata, sekaligus memberikan rasa percaya diri bagi pengguna dalam setiap perjalanan. *

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: