Sikat! Pindad Siapkan Mobil Listrik Terjangkau untuk Petani, Target Serap 1 Juta Unit
PT Pindad bersama Induk Koperasi Unit Desa (InKUD) menyiapkan mobil listrik-Jambi-Independent-PT. Pindad (Persero)
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Tak lagi sekadar identik dengan kendaraan taktis Maung yang gagah di medan tempur, PT Pindad kini bersiap “turun gunung” menyasar kebutuhan ekonomi pedesaan.
Bersama Induk Koperasi Unit Desa (InKUD), perusahaan pelat merah tersebut tengah menyiapkan “Mobil Rakyat” bertenaga listrik dengan harga yang digadang-gadang hanya sekitar Rp50 juta.
Langkah ini menjadi angin segar bagi desa, khususnya petani dan pelaku usaha kecil yang selama ini terbebani mahalnya kendaraan niaga konvensional.
BACA JUGA:Motor Bekas Harga Miring Jelang Lebaran? Cek Dulu Biar Gak Zonk!
Bukan Mobil Keluarga, Tapi Pengangkut Hasil Panen
Direktur Utama InKUD, Portasius Nggedi, menegaskan bahwa kendaraan ini bukan dirancang untuk gaya hidup perkotaan.
Mobil rakyat tersebut diproyeksikan berbentuk pikap sederhana, fungsional, dan tangguh—mirip konsep Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes).
“Mobil rakyat ini bukan mobil keluarga, tetapi seperti pikap. Ini untuk kebutuhan di tingkat desa, supaya produksi di desa ada transportasinya,” ujarnya di Tangerang.
Secara teknis, kendaraan ini akan menggunakan teknologi listrik murni (Electric Vehicle/EV). Pilihan ini dinilai mampu menekan biaya operasional harian petani, terutama dari sisi bahan bakar.
Namun, tantangan harga baterai masih menjadi faktor penting dalam perhitungan biaya produksi.
Harga Rp50 juta yang disebutkan saat ini masih berupa estimasi awal dan menunggu finalisasi komponen produksi.
BACA JUGA:Terungkap! Trik Rahasia Pedagang Motor Bekas Biar Suara Mesin Terasa Mulus
Bidik Pasar Raksasa 13 Juta Anggota
Langkah InKUD dan Pindad dinilai strategis. Saat pabrikan besar bertarung di pasar mobil penumpang perkotaan, segmen kendaraan komersial pedesaan justru masih terbuka lebar.
InKUD saat ini menaungi sekitar 13 juta anggota koperasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, tahap awal ditargetkan mampu menyerap hingga satu juta unit mobil rakyat.
Angka ini menjadi potensi volume produksi besar yang dapat menciptakan skala ekonomi, sehingga harga jual bisa ditekan tetap terjangkau.
BACA JUGA:Launching Tetap On Track! Jetour T2 PHEV Tak Terpengaruh Insiden Jagorawi
Skema Kredit dan Ekosistem Bengkel Desa
Masalah klasik daya beli petani pun telah diantisipasi. InKUD akan memfasilitasi pembelian melalui skema kredit mikro berbasis koperasi.
“Mereka bisa mencicil pembayaran mobilnya melalui koperasi,” tambah Portasius.
Tak hanya menjual unit, InKUD juga membangun ekosistem purnajual. Jaringan KUD di tingkat kabupaten dan kecamatan akan disiapkan sebagai bengkel dan pusat layanan servis.
Bahkan, kantor pelatihan di tingkat provinsi akan dimanfaatkan untuk peningkatan kapasitas teknisi.
Langkah ini penting agar kendaraan tetap operasional dan tidak mangkrak akibat kendala perawatan.
BACA JUGA:Update Terbaru! Harga Mobil Hybrid Februari 2026, Palisade Paling Signifikan Naiknya
Gandeng Mitra Global Demi Harga Miring
Untuk merealisasikan harga Rp50 juta, InKUD dan Pindad juga membuka peluang kerja sama internasional.
Kehadiran mereka dalam ajang Pameran Aksesoris Otomotif Internasional China (CIAAF) 2025 di ICE BSD, Tangerang, menjadi bukti keseriusan mencari teknologi manufaktur yang efisien.
Jika terealisasi, mobil listrik rakyat ini bukan hanya menjadi solusi transportasi desa, tetapi juga model baru industrialisasi berbasis koperasi yang langsung menyentuh akar ekonomi rakyat.
Kini publik menunggu realisasi proyek ambisius tersebut: akankah mobil listrik Rp50 jutaan benar-benar melaju di jalanan desa dan sawah Indonesia?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



