Mobil Nasional Kembali Diimpikan, Esemka Tinggal Sejarah atau Bangkit Lagi?
Wacana mobil nasional kembali mencuat setelah pernyataan Presiden Prabowo Subianto-Jambi-Independent-Esemka Indonesia
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Wacana mobil nasional kembali mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan keinginannya agar Indonesia mampu memproduksi mobil buatan dalam negeri dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Pernyataan ini langsung membawa ingatan publik pada satu nama yang pernah digadang-gadang sebagai simbol kebangkitan industri otomotif nasional, yakni Esemka.
Mobil yang dulu dielu-elukan sebagai karya anak bangsa itu kini justru jarang terdengar kabarnya. Padahal, Esemka sempat menjadi harapan besar masyarakat untuk mewujudkan mimpi mobil nasional.
Pernah Dianggap Simbol Kebangkitan Industri Otomotif
Esemka pertama kali mencuri perhatian publik karena dianggap lahir dari semangat kemandirian industri dalam negeri.
Antusiasme masyarakat mencapai puncaknya saat pabrik Esemka yang dikelola PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) di Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 2019.
Saat itu, Esemka diyakini akan menjadi fondasi awal berkembangnya industri otomotif nasional yang mandiri dan berdaya saing. Namun, seiring berjalannya waktu, geliat produksinya mulai dipertanyakan.
Pabrik Sepi Kabar, Produksi Dipertanyakan
BACA JUGA:Langkah Mudah Pesan Toyota Innova Reborn 2026, Dari Booking hingga Pengiriman, Simak Lengkap!
Belakangan, publik nyaris tak mendapatkan informasi mengenai aktivitas pabrik Esemka. Minimnya pemberitaan tentang produksi maupun distribusi unit membuat banyak pihak bertanya-tanya apakah fasilitas manufaktur tersebut masih beroperasi secara aktif.
Kondisi ini memicu spekulasi bahwa Esemka tengah menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan keberlanjutan bisnisnya di tengah ketatnya persaingan industri otomotif nasional.
Keluhan Konsumen Jadi Sorotan
Sorotan terhadap Esemka kembali mencuat setelah sebuah video di media sosial TikTok viral.
Dalam unggahan akun @petingwaras, seorang pemilik Esemka Bima mengungkapkan kekecewaannya karena mobil miliknya mengalami kerusakan serius pada bagian ECU atau Electronic Control Unit.
BACA JUGA:Sudah Ada Zenix, Toyota Innova Reborn Diproduksi Lagi? Ini Alasan Masih Jadi Primadona Keluarga
Masalah tersebut diperparah dengan sulitnya mendapatkan suku cadang pengganti. Sang pemilik bahkan menyebut mobil produksi 2020 miliknya tak bisa digunakan dan terpaksa hanya menjadi rongsokan karena ketiadaan spare part.
Layanan Purna Jual Dipertanyakan
Keluhan konsumen ini memunculkan kekhawatiran terkait kesiapan layanan purna jual Esemka.
Dalam industri otomotif, ketersediaan suku cadang dan jaringan layanan menjadi faktor krusial untuk menjaga kepercayaan pelanggan.
Tanpa dukungan purna jual yang memadai, merek otomotif akan sulit bertahan, terlebih bagi pemain lokal yang masih membangun kepercayaan pasar.
BACA JUGA:Mitsubishi Destinator vs XForce: Sama-sama Mirip, Mana yang Paling Menarik Buat Kamu?
Absen di IIMS Sejak 2024, Eksistensi Kian Redup
Dari sisi eksistensi, kehadiran Esemka di panggung otomotif nasional juga semakin jarang terlihat. Pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, nama Esemka tidak masuk dalam daftar peserta.
Padahal, pada IIMS tahun sebelumnya, Esemka sempat mengejutkan publik dengan menghadirkan dua mobil listrik, Bima EV dan Bima EV Cargo.
Absennya merek ini memunculkan pertanyaan besar mengenai arah dan kesiapan strategi bisnis mereka ke depan.
BACA JUGA:Kenalan dengan Mitsubishi XForce Hybrid 2026, SUV Hybrid yang Punya Banyak Kejutan
Pesanan Pemerintah Masih Abu-Abu
Sempat beredar kabar bahwa Kementerian Pertahanan memesan sejumlah unit mobil Esemka.
Namun hingga kini, belum ada kejelasan apakah pesanan tersebut benar-benar direalisasikan atau justru terhenti di tengah jalan.
Ketiadaan informasi resmi membuat publik sulit menilai sejauh mana dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan Esemka sebagai merek otomotif nasional.
Bangkit atau Tinggal Cerita?
BACA JUGA:Honda City Hatchback vs Honda HR-V: Duel Mobil Favorit Anak Muda, Pilih Mana?
Dengan kembali munculnya wacana mobil nasional di era pemerintahan baru, Esemka berada di posisi yang krusial.
Di satu sisi, pengalaman dan infrastruktur yang pernah dibangun bisa menjadi modal untuk bangkit. Di sisi lain, berbagai persoalan mendasar masih harus diselesaikan.
Kini, publik menanti jawaban. Apakah Esemka mampu berbenah dan kembali mengambil peran dalam mimpi mobil nasional Indonesia, atau justru akan dikenang sebagai bagian dari sejarah panjang wacana yang belum sepenuhnya terwujud.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



