b9

Napas Tertahan di GOR Kota Baru! SMAN 1 Kota Jambi Bungkam Titian Teras 30–28, Drama DBL Pecah di Detik Akhir

Napas Tertahan di GOR Kota Baru! SMAN 1 Kota Jambi Bungkam Titian Teras 30–28, Drama DBL Pecah di Detik Akhir

Pemain Titian Teras (putih biru) berusaha melakukan blok pada pemain SMAN 1 Kota Jambi.-andin/jambi-independent.co.id-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Laga pembuka Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jambi langsung menghadirkan tensi tinggi.

Penonton di GOR Kota Baru dibuat menahan napas hingga detik terakhir saat SMAN 1 Kota Jambi (Smansa) sukses menumbangkan SMA Titian Teras dengan skor tipis 30–28, Jumat 6 Februari 2026.

Sejak tip-off, duel dua tim unggulan ini berjalan keras dan emosional. Kuarter pertama hingga kedua berlangsung ketat, dengan kedua tim saling menekan dan minim kesalahan.

Situasi makin menantang bagi Titian Teras setelah salah satu pemainnya mengalami cedera di kuarter kedua, memaksa rotasi berubah di tengah laga krusial.

BACA JUGA:Duh! SMAN 5 Jambi Tundukkan SMA Adhyaksa 56-3 di Laga Pembuka Honda DBL With Kopi Good Day 2026 Jambi

Memasuki kuarter ketiga dan keempat, atmosfer pertandingan benar-benar memanas. Perebutan bola terjadi hampir di setiap possession, suara benturan tubuh menggema, dan sorak penonton makin menggila. Skor terus saling kejar, membuat pertandingan terasa seperti final meski baru laga pembuka.

Skor Berkejaran, Jantung Penonton Berdegup Kencang

Drama memuncak di kuarter terakhir. Smansa sempat unggul 25–23, sebelum Titian Teras membalikkan keadaan menjadi 26–25.

GOR Kota Baru sontak riuh. Namun, di bawah tekanan, pemain-pemain Smansa menunjukkan mental baja.

Dengan sisa waktu yang nyaris habis, mereka mampu menjaga fokus dan menutup laga dengan kemenangan dramatis 30–28.

BACA JUGA:Tak Selalu Duit, KPK Ungkap Emas Kini Jadi Modus Baru Suap

Pelatih SMAN 1 Kota Jambi, Jeffry, mengakui kemenangan ini jauh dari kata mudah.

“Kalau dibilang, ini ugly win. Harusnya bisa lebih nyaman, tapi game pertama selalu berat. Atmosfer DBL bikin anak-anak sempat tegang, tapi syukurnya momentum bisa kami pegang,” ujarnya usai laga.

Jeffry menegaskan ada pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi. “Free throw. Itu yang paling krusial dan harus diperbaiki ke depan,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait