Nah! Hotman Paris Mendadak Mundur dari Tim Pengacara Febrie Adriansyah, Ada Apa?
Pengacara Hotman Paris Hutapea-ist/jambi-independent.co.id-tangkapan layar @hotmanparisofficial-Instagram
JAKARTA, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea secara mengejutkan mengeluarkan pernyataan.
Hotman Paris menyatakan mundur dari tim kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, yang kini berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Keputusan tersebut diambil Hotman di tengah proses hukum yang tengah berjalan di Kejaksaan Agung. Namun, langkah mundur itu disebut bukan karena persoalan hukum maupun perbedaan pandangan dalam penanganan perkara.
Hotman mengungkapkan, dirinya memilih mengundurkan diri karena kondisi kesehatan yang semakin memburuk dan membutuhkan penanganan medis serius.
Ia bahkan harus menjalani operasi di Singapura dan mendapat peringatan dari dokter agar lebih memprioritaskan kondisi kesehatannya.
Hotman mengatakan, keputusan untuk mundur dari tim kuasa hukum Febrie telah disampaikannya secara langsung kepada kliennya tersebut sekitar dua hari sebelum memberikan keterangan kepada wartawan.
"Saya sudah bilang ke dia, saya karena kondisi kesehatan yang bisa parah, saya sudah memberitahukan beliau bahwa saya mengundurkan diri sebagai pengacara dari bapak Febrie dalam kasus tersangka di Kejaksaan Agung," kata Hotman kepada wartawan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, Kamis 23 Juli 2026.
Menurut Hotman, dokter yang menangani dirinya di Singapura telah meminta agar dirinya tidak lagi memaksakan diri menjalani aktivitas berat.
BACA JUGA:Peksimida Jambi 2026 Resmi Dibuka di UNJA, 167 Talenta Seni Siap Berebut Tiket ke Peksiminas
Kondisi tersebut membuat Hotman harus menjalani tindakan operasi dengan pembiusan total. "Dokter Singapura sudah marah-marah," ujar Hotman.
Hotman mengungkapkan, gangguan kesehatan yang dialaminya sebenarnya telah dirasakan sejak beberapa bulan terakhir. Rasa sakit disebut semakin terasa ketika dirinya berjalan maupun membawa beban.
Keluhan tersebut mulai dirasakan sejak Mei 2026 dan terus berlanjut hingga Juni. Sempat mencoba menjalani terapi akupunktur, Hotman akhirnya memutuskan untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis di Singapura pada awal Juli.
"Saya dua bulan pertama dari mulai bulan Mei, bulan Juni saya sudah kesakitan terus. Asal jalan, asal ada beban sakit, akhirnya saya ke akupunktur. Terus ke Singapura awal bulan Juli," tutur Hotman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



