b9

Heboh Seleksi Paskibraka Nasional! Nama Siswi Makassar Tiba-Tiba Hilang, Wali Kota Minta Semua Dibuka Terang

Heboh Seleksi Paskibraka Nasional! Nama Siswi Makassar Tiba-Tiba Hilang, Wali Kota Minta Semua Dibuka Terang

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin-ANTARA-

MAKASSAR, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Polemik seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026 mendadak menjadi perbincangan luas di media sosial.

Nama seorang siswi asal Kota Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana, mendadak menjadi sorotan setelah tidak masuk daftar akhir peserta yang akan mewakili Sulawesi Selatan ke tingkat nasional.

Padahal sebelumnya, nama Cathlyn dikabarkan masuk dalam tiga besar hasil seleksi awal.

Situasi ini memicu beragam reaksi publik dan menimbulkan tanda tanya terkait mekanisme seleksi yang dinilai kurang terbuka.

BACA JUGA:Puma dan La Liga Luncur Stellar Nitro Ultimated, Bola Resmi Musim 2026/2027

Merespons ramainya pembahasan tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, akhirnya angkat suara.

Munafri meminta agar proses seleksi calon Paskibraka nasional dilakukan secara lebih transparan, objektif, dan menjunjung prinsip keadilan bagi seluruh peserta.

"Peserta dari Makassar ada, ini delegasi dari Kota Makassar yang dikirim seleksi. Masa tidak ada, kita berharap hasil seleksi semuanya fair," ujar Munafri dalam keterangannya, Rabu 27 Mei 2026.

Pernyataan itu muncul di tengah berkembangnya spekulasi publik mengenai proses seleksi yang dinilai menyisakan pertanyaan. Sejumlah warganet bahkan mulai mempertanyakan mekanisme penilaian hingga muncul isu reposisi peserta yang ramai diperbincangkan.

BACA JUGA:Idul Adha 2026, DPD Golkar Jambi Tebar Ribuan Paket Daging Qurban

Munafri mengaku tidak mengetahui secara rinci mekanisme penilaian di tingkat provinsi. Namun sebagai kepala daerah, ia mengaku memiliki perhatian besar terhadap peserta asal Makassar yang telah melalui berbagai tahapan seleksi.

Ia menilai kabar mengenai reposisi peserta patut menjadi perhatian serius.

"Saya tidak tahu persis apa kendala, tapi kan kami Pemerintah Kota punya perhatian. Apalagi dengar-dengar ada reposisi. Padahal nilai siswa kabarnya cukup. Jadi, kita berharap benar-benar fair dalam proses ini," katanya.

Di balik polemik yang berkembang, Munafri menyoroti satu hal yang menurutnya jauh lebih penting: kondisi mental para peserta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: