bank jambi baru

Tak Sekadar Simulasi, PT BBB Pamer Kesiapan Hadapi Karhutla: 180 Personel hingga Dua Drone Disiagakan

Tak Sekadar Simulasi, PT BBB Pamer Kesiapan Hadapi Karhutla: 180 Personel hingga Dua Drone Disiagakan

Simulasi penanganan karhutla dari PT Brahma Binabakti.-ist/jambi-independent.co.id-

MUARO JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak cukup dihadapi ketika api sudah muncul. Kesiapan personel, peralatan, sistem deteksi hingga keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas.

Hal itu diperlihatkan PT Brahma Binabakti (BBB) saat menggelar simulasi penanganan karhutla di hadapan awak media dalam rangkaian Media Visit Sekernan 2026, Rabu 2 September 2026.

Dalam simulasi tersebut, awak media melihat langsung bagaimana personel BBB mengerahkan sumber daya dan sarana pemadam untuk menghadapi potensi kebakaran.

Kegiatan merupakan bagian dari Media Visit PT Brahma Binabakti, yang merupakan bagian dari PT Triputra Agro Persada Tbk., dan berlangsung pada 1–3 September 2026 di wilayah operasional perusahaan di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi.

BACA JUGA:Musim Kemarau Tekan Pasokan, Sejumlah Harga Bapok di Kota Jambi Mulai Merangkak Naik

Estate Manager BBB, Timbul Simbolon, mengatakan kesiapsiagaan menghadapi karhutla harus dibangun jauh sebelum munculnya api.

Menurutnya, perusahaan menerapkan tiga pendekatan utama, yakni preventif, promotif dan kolaboratif.

“Kesiapan menghadapi karhutla harus dibangun jauh sebelum api muncul, bukan saat api sudah ada. Karena itu pendekatan kami mencakup tiga pilar, yaitu preventif, promotif, dan kolaboratif,” kata Timbul.

Pendekatan preventif dilakukan melalui penerapan standar operasional prosedur (SOP), kesiapan personel dan sarana, hingga patroli secara berkala.

BACA JUGA:Menjawab Tantangan Geografis Indonesia, Mitsubishi Andalkan Duo New Xforce HEV dan ICE

BBB juga menggandeng Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) untuk melakukan patroli setiap pekan. Sementara patroli bersama unsur Muspika dilakukan dua kali dalam sebulan.

Upaya pencegahan turut diperkuat melalui sosialisasi kepada masyarakat dan kerja sama dengan desa-desa binaan melalui KTPA serta program Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

“Semua ini dilakukan agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin,” ujarnya.

Kesiapan BBB dalam menghadapi karhutla juga ditopang sumber daya manusia dan berbagai sarana pendukung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait