bank jambi baru

Udara Muaro Jambi Kembali Jadi Sorotan, Angka AQI Tembus 126 dan PM2.5 Masuk Kategori Tidak Sehat

Udara Muaro Jambi Kembali Jadi Sorotan, Angka AQI Tembus 126 dan PM2.5 Masuk Kategori Tidak Sehat

Pantauan kualitas udara Muaro Jambi, berdasarkan AQI.in-ist/jambi-independent.co.id-

MUARO JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.IDKualitas udara di Kabupaten Muaro JAMBI kembali menjadi perhatian di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Provinsi JAMBI.

Pemantauan kualitas udara secara real-time dari AQI.in menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) Muaro Jambi berada di angka 126 saat data diperiksa.

Pada saat yang sama, konsentrasi PM2.5 tercatat sekitar 46 mikrogram per meter kubik (µg/m³), sedangkan PM10 mencapai 153 µg/m³.

Angka tersebut menunjukkan kondisi udara yang perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama kelompok yang sensitif terhadap paparan polusi udara.

BACA JUGA:Pendataan Sensus Ekonomi Jambi Diperpanjang, BPS Temukan Hampir 200 Ribu Keluarga Baru

Namun, kondisi kualitas udara tidak bersifat statis. Angkanya dapat berubah dalam hitungan jam mengikuti pergerakan angin, cuaca, kelembapan dan konsentrasi partikulat di atmosfer.

Gambaran kondisi udara Muaro Jambi juga terlihat dari pemantauan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pada 2 September 2026 pukul 17.00 WIB, BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 di Muaro Jambi mencapai 61 µg/m³ dengan kategori Tidak Sehat.

PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, yakni 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Karena ukurannya, partikulat tersebut menjadi salah satu parameter penting dalam pemantauan kualitas udara.

BACA JUGA:Dinkes Tebo Periksa Kesehatan Seluruh Personel Satgas Karhutla

Perbedaan angka antara pemantauan AQI.in dan BMKG dapat terjadi karena sumber, lokasi, waktu pengukuran dan metode pemantauan yang digunakan berbeda. Karena itu, angka kualitas udara sebaiknya selalu dibaca berdasarkan waktu pembaruan datanya.

Kondisi tersebut terjadi ketika persoalan karhutla di Jambi belum sepenuhnya berakhir.

Sebelumnya, kualitas udara di wilayah Jambi sempat memburuk akibat kabut asap. Kondisi tersebut bahkan berdampak terhadap aktivitas pendidikan.

Pemerintah Kota Jambi kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi pelajar TK hingga SMP pada 31 Agustus hingga 2 September 2026 karena kualitas udara yang belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait