Buka Pelatihan BOSP 2026, Bupati Merangin Minta Guru Berinovasi hingga Mengajar di Pelosok
PELATIHAN: Pelatihan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja dan BOSP Afirmasi Tahun 2026.-ist/jambi independent-
BANGKO, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Bupati Merangin M. Syukur mengajak para tenaga pendidik untuk terus berinovasi dan menghadirkan ide-ide baru dalam proses pembelajaran.
Hal itu disampaikannya saat membuka Pelatihan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja dan BOSP Afirmasi Tahun 2026 di Aula Kantor Bupati Merangin, Senin, 31 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, M. Syukur menegaskan bahwa pelatihan yang diikuti para guru tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan formalitas untuk memperoleh sertifikat.
Menurutnya, pelatihan harus menjadi sarana meningkatkan kualitas pendidikan melalui kreativitas dan inovasi di sekolah.
BACA JUGA:Status Guru PPPK akan Dipindah ke Pemerintah Pusat, Ada Peluang Ikut Seleksi PNS 2027
“Ibu-ibu guru harus berinovasi, kreatif, mencari ide-ide baru. Jadi bukan sekadar ikut bimtek lalu pulang membawa sertifikat. Setelah kembali ke sekolah, harus ada semangat baru untuk membangun daerah,” ujar M. Syukur.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Di sela-sela penyampaian materi, Bupati beberapa kali melontarkan candaan yang disambut tawa para peserta.
Pada kesempatan itu, M. Syukur juga menyoroti pentingnya pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Merangin.
Menurutnya, keberhasilan dan pengalaman pembelajaran yang diterapkan di sekolah-sekolah perkotaan seharusnya dapat dirasakan pula oleh siswa di wilayah kecamatan maupun daerah terpencil.
BACA JUGA:Terkait Penanganan Karhutla, Pemkab Merangin Siap Bersinergi Lintas Sektoral
Ia mendorong para guru senior dan berprestasi untuk berbagi pengalaman serta pengetahuan kepada tenaga pendidik di daerah yang masih membutuhkan peningkatan kualitas pendidikan, seperti Kecamatan Jangkat, Jangkat Timur, Tabir Barat, hingga Tabir Timur.
“Yang sudah berhasil harus berbagi ilmu kepada yang belum berhasil. Logikanya memang seperti itu,” katanya yang disambut tepuk tangan para peserta.
Selain membahas peningkatan kualitas pendidikan, Bupati juga mengingatkan pentingnya nilai pengabdian dan keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Ia menceritakan pengalamannya saat memutuskan kembali ke Merangin untuk mengabdi dan membangun daerah, meski harus meninggalkan kenyamanan jabatan di tingkat nasional.
BACA JUGA:Perkumpulan Hijau Soroti Krisis Tata Kelola Lahan: Simak 6.806 Hotspot dan 2.335,98 Hektare Karhutla di Jambi
Menurutnya, semangat pengabdian tersebut perlu ditanamkan dalam diri setiap guru agar mampu mencetak generasi yang berkualitas dan berdaya saing.
Sebagai tindak lanjut, M. Syukur meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin untuk terus melakukan pendampingan kepada para guru serta memastikan fasilitas pendidikan di wilayah pedesaan dapat berkembang dan sejajar dengan sekolah-sekolah di perkotaan.
Pelatihan BOSP Kinerja dan BOSP Afirmasi Tahun 2026 tersebut turut dihadiri Kajari Merangin, Bunda PAUD Kabupaten Merangin, Sekretaris Daerah Merangin, Asisten I Setda Merangin, Inspektur Inspektorat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


