bank jambi baru

8 Desa di Tanjab Timur Masih Tertinggal, 5 di Antaranya Terkonsentrasi di Sadu

8 Desa di Tanjab Timur Masih Tertinggal, 5 di Antaranya Terkonsentrasi di Sadu

Budi Wahyu-ist/jambi-independent.co.id-

MUARASABAK, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) masih menghadapi pekerjaan rumah dalam mengejar pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

Dari total 73 desa yang tersebar di Kabupaten Tanjab Timur, masih terdapat 8 desa yang berstatus tertinggal.

Menariknya, sebagian besar desa yang masuk kategori tersebut berada di satu kecamatan. Lima desa tertinggal berada di Kecamatan Sadu, sementara masing-masing satu desa berada di Kecamatan Rantau Rasau, Mendahara dan Muarasabak Timur.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tanjab Timur, Budi Wahyu, mengatakan status perkembangan desa saat ini cukup beragam.

BACA JUGA:Dua Angka Kemiskinan, Satu Realitas Data Bank Dunia dan BPS

Sebanyak 21 desa berstatus maju, 41 desa berkembang, 3 desa mandiri, dan 8 desa masih berstatus tertinggal.

“Untuk desa tertinggal tersebut, satu berada di Kecamatan Rantau Rasau, satu di Mendahara, satu di Muarasabak Timur dan lima di Kecamatan Sadu,” ujar Budi Wahyu.

Budi menjelaskan, status desa tertinggal tidak ditentukan hanya berdasarkan satu indikator. Penilaian mencakup berbagai aspek yang berkaitan langsung dengan kondisi masyarakat dan perkembangan wilayah.

Di antaranya meliputi ekonomi, sosial, infrastruktur, pendidikan hingga faktor budaya.

BACA JUGA:Polda Jambi Perkuat Sinergi Aparat Penegak Hukum melalui Persidangan Pidana Secara Elektronik

Namun, persoalan infrastruktur, khususnya akses jalan, menjadi salah satu faktor yang cukup berpengaruh terhadap perkembangan sejumlah desa.

Jalan merupakan akses utama masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas. Ketika akses terbatas, mobilitas warga hingga distribusi hasil produksi juga ikut terdampak.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap akses masyarakat terhadap pelayanan maupun kegiatan ekonomi.

Selain infrastruktur, pemerintah juga melihat masih adanya potensi lokal yang belum berkembang secara optimal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait