Transformasi Sampah Plastik Menjadi Minyak: Inovasi dan Hilirisasi Politeknik Jambi
Prototipe mesin pirolisis yang dikembangkan untuk mengolah sampah plastik menjadi minyak pirolisis-ist/jambi-independent.co.id-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Permasalahan sampah plastik menjadi salah satu tantangan lingkungan yang membutuhkan solusi inovatif dan berkelanjutan.
Menjawab tantangan tersebut, Politeknik Jambi terus mendorong pemanfaatan hasil riset melalui pengembangan teknologi yang dapat memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat.
Salah satu inovasi tersebut diwujudkan melalui penelitian berjudul “Hilirisasi dan Uji Kinerja Prototipe Mesin Pirolisis Sampah Plastik untuk Produksi Minyak Pirolisis” dalam Program Hilirisasi Riset Prioritas Pengujian Model dan Prototipe.
Penelitian ini diketuai oleh Ir. Hj. Hilda Porawati, M.T. bersama tim peneliti Politeknik Jambi.
Penelitian ini berfokus pada hilirisasi dan pengujian kinerja prototipe mesin pirolisis yang dikembangkan untuk mengolah sampah plastik menjadi minyak pirolisis.
Teknologi tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi dalam memanfaatkan sampah plastik yang selama ini menjadi salah satu persoalan dalam pengelolaan lingkungan.
Melalui proses pirolisis, sampah plastik diproses menggunakan pemanasan dalam kondisi tertentu sehingga menghasilkan produk berupa minyak pirolisis.
Pendekatan ini menawarkan perspektif baru dalam pengelolaan sampah, yaitu mengubah material yang sebelumnya dipandang sebagai limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai tambah.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Melemah di Awal September 2026, Sentuh Rp2,664 Juta per Gram
Ketua tim penelitian, Ir. Hj. Hilda Porawati, M.T., menyampaikan bahwa penelitian ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan mesin, tetapi juga pada bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Sampah plastik merupakan persoalan lingkungan, tetapi di sisi lain masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Melalui teknologi pirolisis, kami berupaya mengubah sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Harapannya, teknologi ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pengurangan sampah plastik,” jelasnya.
Hilirisasi menjadi bagian penting dalam penelitian ini. Prototipe yang telah dikembangkan tidak berhenti pada tahap perancangan, tetapi dilanjutkan dengan pengujian model dan kinerja prototipe untuk mengetahui kemampuan teknologi dalam mengolah sampah plastik dan menghasilkan minyak pirolisis.
Hasil dari tahapan pengujian tersebut diharapkan menjadi dasar untuk melakukan penyempurnaan teknologi, baik dari sisi kinerja mesin, proses pengolahan, maupun potensi penerapannya. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan dapat semakin mendekati kebutuhan pengguna dan memiliki peluang untuk dikembangkan pada skala yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


