Kemas Faried: Jangan Hanya Penuhi Pangan, Kesehatan Korban Kebakaran Harus Dikawal
Kemas Faried: Jangan Hanya Penuhi Pangan, Kesehatan Korban Kebakaran Harus Dikawal--
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Penanganan terhadap puluhan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di Jalan HMO Bafadal, RT 23, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, diminta tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan pangan.
Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly meminta kondisi kesehatan warga terdampak, terutama anak-anak dan kelompok rentan, dipantau secara berkelanjutan selama mereka masih berada di tempat pengungsian.
Hal tersebut disampaikan Kemas Faried setelah bersama anggota DPRD Kota Jambi Saiful dan Efendi Alung meninjau langsung lokasi pengungsian korban kebakaran, Minggu 30 Agustus 2026.
Kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya menghanguskan sedikitnya 19 rumah. Sebanyak 20 kepala keluarga atau 59 jiwa terdampak dan harus menjalani masa pemulihan setelah kehilangan tempat tinggal.
BACA JUGA:Kemas Faried Dorong Seragam Gratis SD-SMP, Sambil Menagih Solusi Banjir Jambi
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, Kemas menilai kondisi warga pascakebakaran tetap membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, persoalan kesehatan dapat muncul setelah warga tinggal dalam kondisi pengungsian, terlebih jika fasilitas dan lingkungan belum sepenuhnya memadai.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Tetapi bukan berarti penanganannya selesai. Kondisi kesehatan warga tetap harus kita perhatikan, terutama anak-anak dan kelompok rentan,” ujar Kemas Faried.
Dalam kunjungan tersebut, Kemas bersama anggota DPRD turut menyerahkan bantuan sembako untuk mendukung kebutuhan warga dan dapur umum di lokasi pengungsian.
Namun, ia menegaskan bantuan pangan hanya menjadi bagian dari penanganan awal. Pemerintah perlu memastikan kebutuhan dasar lainnya, termasuk kesehatan, tempat tinggal sementara dan perlindungan bagi kelompok rentan tetap terpenuhi.
Kemas mengatakan DPRD Kota Jambi telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Jambi agar layanan kesehatan bagi warga terdampak dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Ia meminta jangan sampai warga hanya mendapatkan pemeriksaan pada saat awal kejadian, kemudian tidak lagi mendapatkan pemantauan ketika masa pengungsian berlangsung.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Jambi untuk memastikan ada petugas kesehatan yang dapat melakukan pemeriksaan secara berkelanjutan bagi warga terdampak,” katanya.
Menurut Kemas, anak-anak, lansia serta warga dengan kondisi kesehatan tertentu perlu menjadi prioritas. Perubahan lingkungan secara mendadak setelah kehilangan rumah juga dapat memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis warga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


