Tim Teknik Mesin Politeknik Jambi Kembangkan Prototipe Mesin Pengiris Kentang Berbasis Food-Grade
Tim Teknik Mesin Politeknik Jambi kembangkan prototipe mesin pengiris kentang berbasis Food-Grade.-ist/jambi-independent.co.id-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID — Politeknik Jambi terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan teknologi tepat guna melalui kegiatan penelitian yang berorientasi pada kebutuhan industri dan masyarakat.
Salah satu inovasi tersebut dikembangkan oleh Tim Penelitian Teknik Mesin Politeknik Jambi melalui penelitian berjudul “Pengembangan dan Pengujian Prototipe Mesin Pengiris Kentang untuk Produk Olahan Berbasis Food-Grade.”
Penelitian ini diketuai oleh Sukadi, dari Program Studi Teknik Mesin Politeknik Jambi.
Penelitian berfokus pada pengembangan prototipe mesin pengiris kentang yang tidak hanya mampu membantu meningkatkan efisiensi proses produksi, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan pangan (food-grade) pada produk hasil pengirisan.
BACA JUGA:Mutasi Besar Polda Jambi, Dua Pejabat Utama dan Tiga Kapolres Bergeser: Ini Daftar Lengkapnya!
Salah satu tahapan penting dalam penelitian adalah pengujian laboratorium terhadap hasil irisan kentang.
Pengujian dilakukan untuk memastikan bahwa proses pengolahan menggunakan mesin yang dikembangkan tidak menyebabkan kontaminasi logam berat pada produk.
Hasil pengujian laboratorium SUCOFINDO menunjukkan bahwa sampel hasil pengirisan kentang dari mesin yang dikembangkan memenuhi parameter pengujian logam berat dan tidak terdeteksi adanya cemaran logam berat pada parameter yang diuji.
Hasil ini menjadi salah satu indikator penting bahwa prototipe yang dikembangkan telah memperhatikan aspek keamanan dan kelayakan untuk mendukung proses pengolahan pangan.
BACA JUGA:BREAKING NEWS: Mutasi Polri, 2 Pejabat Utama Polda Jambi Diganti
“Hasil pengujian ini menjadi bagian penting dari proses pengembangan mesin. Kami tidak hanya mengejar kemampuan mesin dalam meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi, tetapi juga memastikan bahwa produk yang dihasilkan aman dan memenuhi aspek keamanan pangan,” ujar Sukadi.
Menurutnya, pengembangan teknologi mesin pengolahan pangan perlu memperhatikan berbagai aspek secara terpadu, mulai dari desain mesin, material yang digunakan, proses produksi, hingga kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan.
Dengan demikian, teknologi yang dikembangkan dapat memiliki nilai tambah dan berpotensi diterapkan pada skala usaha pengolahan pangan.
Penelitian ini juga menjadi bagian dari upaya Politeknik Jambi dalam memperkuat budaya penelitian dan inovasi di lingkungan pendidikan vokasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


