Duh! Pedagang CFD Jambi Khawatir Tak Boleh Jualan Saat Presisi Merdeka Run Jambi 2026? Ini Kata Gubernur Jambi
Gubernur Jambi Al Haris-ist/jambi-independent.co.id-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Menjelang pelaksanaan Presisi Merdeka Run Jambi 2026 yang akan digelar di kawasan Kantor Gubernur Jambi pada Minggu 9 Agustus 2026, sejumlah pedagang Car Free Day (CFD) dilanda keresahan.
Mereka mengaku menerima informasi bahwa aktivitas berjualan di sepanjang kawasan Kantor Gubernur hingga Simpang Bank Indonesia akan dihentikan karena adanya event olahraga Presisi Merdeka Run Jambi 2026 tersebut.
Kabar tersebut memunculkan kekhawatiran, terutama bagi pelaku UMKM yang mengandalkan CFD sebagai sumber penghasilan setiap akhir pekan.
Salah seorang pedagang mengaku baru menerima pemberitahuan bahwa pada pelaksanaan Presisi Merdeka Run Jambi 2026 mereka tidak diperbolehkan berjualan.
BACA JUGA:Investasi Turun Jadi Rp1,4 Triliun, Al Haris Sebut Bukan Jambi Saja
"Libur, kami orang jualan. Barusan kemarin dapat pemberitahuannya," ujar salah seorang pedagang saat dikonfirmasi, Kamis 6 Agustus 2026.
Ia mengaku belum memperoleh penjelasan apakah lapak mereka akan dipindahkan atau benar-benar tidak diizinkan berjualan.
Menurutnya, para pedagang pada dasarnya mendukung penyelenggaraan event tersebut. Namun mereka berharap pemerintah tetap memberikan ruang bagi UMKM untuk mencari nafkah.
"Seharusnya di event seperti ini kami justru diberdayakan. Malah ini jadi momentum buat kami ngelarisin dagangan, karena yang datang pasti ramai. Banyak juga yang jualan cuma seminggu sekali," katanya.
BACA JUGA:Geopark Merangin Harus Bersih dari PETI
Menanggapi keresahan para pedagang, Gubernur Jambi Al Haris langsung memberikan kepastian.
Ia menegaskan Car Free Day tetap berlangsung dan tidak ada kebijakan melarang pedagang berjualan selama pelaksanaan Presisi Merdeka Run Jambi 2026.
Menurut Al Haris, pemerintah hanya akan melakukan penataan lokasi lapak agar tidak mengganggu jalur peserta lomba.
"Enggak ditutup. Saya tekankan sekali lagi kepada Pak Asisten I, tidak ada pedagang yang tidak boleh dagang," tegas Al Haris.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



