Investasi Turun Jadi Rp1,4 Triliun, Al Haris Sebut Bukan Jambi Saja
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi, Agus Sunaryo.-SEPTIN RITA ANDINI/JAMBI INDEPENDENT-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Realisasi investasi di Provinsi JAMBI pada triwulan II 2026, mengalami penurunan signifikan dibandingkan triwulan I.
Pemerintah Provinsi JAMBI menilai kondisi tersebut perlu segera dievaluasi, karena investasi merupakan salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi JAMBI, Agus Sunaryo, mengatakan berdasarkan data yang dipaparkan Bank Indonesia (BI) dalam rapat evaluasi perekonomian daerah, realisasi investasi di JAMBI turun dari sekitar Rp3,8 triliun pada triwulan I menjadi sekitar Rp1,4 triliun pada triwulan II.
"Memang apa yang disampaikan Kepala BI sesuai dengan kondisi di lapangan. Dari sekitar Rp3,8 triliun turun menjadi Rp1,4 triliun. Penurunannya cukup jauh dan ini perlu kita lihat apa penyebabnya," kata Agus, Kamis (6/8).
BACA JUGA:Maulana: Olahraga Bukan Sekadar Prestasi Tapi Investasi Karakter Generasi Muda
Menurut Agus, investasi memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi.
Selain investasi, peningkatan nilai ekspor juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kalau pertumbuhan ekonomi kita ingin meningkat, ada dua hal yang harus didorong. Pertama, investasi harus masuk, dan kedua, ekspor harus meningkat. Kalau dua hal ini berjalan, otomatis pertumbuhan ekonomi juga akan naik," ujarnya.
Agus menilai salah satu hal yang perlu dikaji adalah daya tarik Provinsi Jambi di mata investor.
BACA JUGA:Tirta Mayang Promosikan Proyek Investasi Air Minum Kota Jambi di SID 2026
Pemerintah perlu mengetahui apakah masih terdapat kendala yang menyebabkan investor belum tertarik menanamkan modal di daerah tersebut.
Karena itu, ia mendorong Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jambi untuk memperkuat pemetaan peluang investasi sehingga sektor-sektor yang masih potensial dapat dipromosikan kepada calon investor.
"Apakah memang Provinsi Jambi masih kurang menarik untuk berinvestasi, itu yang harus kita lihat. DPMPTSP tentu memiliki peta sektor usaha yang masih terbuka dan memiliki peluang untuk dikembangkan," jelasnya.
Selain itu, Agus menegaskan promosi investasi harus lebih dioptimalkan. Menurutnya, berbagai potensi yang dimiliki Provinsi Jambi tidak akan diketahui investor apabila tidak dipromosikan secara maksimal.
BACA JUGA:Investasi Kian Berkilau! Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian Kompak Meroket Jumat Pagi
"Tanpa promosi, tentu akan sulit menarik investasi masuk ke Provinsi Jambi," tutupnya.
Sementara itu, Gubernur Jambi, Al Haris, menilai penurunan realisasi investasi bukan hanya terjadi di Jambi, tetapi juga dialami oleh berbagai daerah di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Al Haris saat dimintai tanggapan terkait penurunan realisasi investasi Provinsi Jambi menjadi sekitar Rp1,4 triliun pada triwulan II 2026.
"Ya, memang kondisinya di mana-mana seperti itu. Hampir semua daerah mengalami penurunan investasi, tidak hanya Jambi," kata Al Haris.
BACA JUGA:Gubernur Jambi Al Haris Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat dan Lokasi Pembangunan BTN Bungo Green City
Meski demikian, Al Haris mengakui bahwa perlambatan investasi tetap menjadi perhatian pemerintah daerah karena berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sebelumnya, berdasarkan paparan Bank Indonesia dalam rapat evaluasi ekonomi daerah, realisasi investasi di Provinsi Jambi turun dari sekitar Rp3,8 triliun pada triwulan I menjadi sekitar Rp1,4 triliun pada triwulan II 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



