bank jambi baru

Longsor Ancam Fasilitas Vital, Turap Sungai Pasir Panjang Diperjuangkan

Longsor Ancam Fasilitas Vital, Turap Sungai Pasir Panjang Diperjuangkan

Longsor Ancam Fasilitas Vital, Turap Sungai Pasir Panjang Diperjuangka--

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Ancaman longsor di bantaran Sungai Batanghari, tepatnya di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Danau Teluk, kembali menjadi perhatian.

 Kondisi abrasi yang terus menggerus tebing sungai kini mengancam sejumlah fasilitas vital, mulai dari Pos Pemadam Kebakaran (Damkar), instalasi PDAM, kantor lurah, hingga permukiman warga.

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menilai pembangunan pengaman tebing atau turap di kawasan tersebut sudah mendesak untuk direalisasikan. 

Menurutnya, penanganan tidak bisa lagi ditunda mengingat kerusakan tebing terus bertambah dan berpotensi membahayakan pelayanan publik maupun keselamatan masyarakat.

BACA JUGA:Maulana: Tirta Mayang Harus Mandiri dan Berorientasi pada Pelayanan

"Kondisi di lapangan memang membutuhkan penanganan segera. Ada sejumlah fasilitas penting yang terancam longsor. Karena itu kami berharap pembangunan pengaman tebing sungai dapat menjadi prioritas agar masyarakat merasa aman dan pelayanan publik tidak terganggu," ujar Kemas Faried usai meninjau lokasi bersama Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan Jambi, Edi Purwanto, Kamis (6/8).

Ia mengatakan, kehadiran perwakilan DPR RI di lokasi diharapkan dapat mempercepat perhatian pemerintah pusat terhadap usulan pembangunan turap yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat.

"Kami berharap perjuangan ini mendapat dukungan penuh sehingga pembangunan dapat segera direalisasikan. Kawasan ini tidak hanya melindungi fasilitas pemerintah, tetapi juga menyangkut keselamatan warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto mengatakan dirinya turun langsung ke lokasi setelah menerima laporan mengenai kondisi longsor yang semakin mendekati sejumlah objek vital.

BACA JUGA:Rayakan 52 Tahun Mengalirkan Kehidupan, Tirta Mayang Targetkan Layanan Makin Optimal

Menurutnya, persoalan infrastruktur seperti pengamanan tebing sungai harus dilihat langsung di lapangan agar kebutuhan penanganannya dapat dipetakan secara tepat.

"Saya menerima laporan bahwa longsor mengancam beberapa fasilitas penting dan permukiman warga. Karena itu saya memilih melihat langsung kondisinya. Dengan turun ke lapangan, kita bisa mengetahui kebutuhan yang sebenarnya dan menentukan langkah penanganan yang tepat," ujarnya.

Edi memastikan akan memperjuangkan pembangunan turap melalui dukungan anggaran pemerintah pusat. Namun, menurutnya, proses tersebut tetap harus diawali dengan penyusunan dokumen perencanaan dan desain teknis sebagai syarat pengusulan anggaran.

"Harapan kami pembangunan ini bisa segera direalisasikan. Jika seluruh persyaratan teknis terpenuhi, kami akan mendorong agar penganggarannya dapat masuk dalam prioritas tahun depan sesuai kemampuan fiskal pemerintah," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: