Gubernur Jambi Buka Sosialisasi Akbar Pencegahan IRET, TCC, Perundungan, dan Bahaya Narkoba di Bungo
Al Haris bersama seluruh peserta sosialisasi akbar.-ist/jambi independent-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., secara resmi membuka Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), True Crime Community (TCC), serta Pencegahan Perundungan dan Bahaya Narkoba di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Bungo.
Kegiatan yang menyasar pelajar SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah tersebut digelar di GOR Serunai, Kabupaten Bungo, Rabu (5/8) pagi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jambi bersama aparat keamanan dan lembaga terkait dalam membangun ketahanan generasi muda dari berbagai ancaman, seperti paham radikal, kejahatan siber, penyalahgunaan narkoba, hingga perundungan di lingkungan pendidikan.
Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menekankan bahwa jumlah pelajar jenjang SMA, SMK, dan MA di Provinsi Jambi sangat besar. Menurutnya, para pelajar merupakan generasi penerus yang sedang berada dalam fase penting pembentukan karakter.
BACA JUGA:Peresmian Museum Sriwijaya Dharmakirti di KCBN Muarojambi, Al Haris: Rekam Jejak Peradaban Masa Lalu Jambi
"Untuk itu, penting sekali ditanamkan kepada anak-anakku sekalian bagaimana menjadi seorang anak yang baik. Sekolah, belajar, dan bergaul dengan sesama, tetapi tetap mematuhi aturan. Tidak ada yang terlibat narkoba, judi online, maupun geng motor yang saat ini marak terjadi," tegas Al Haris.
Gubernur Al Haris menyoroti dua persoalan besar yang menjadi perhatian pemerintah, yakni judi online dan paparan konten negatif di media elektronik.
Terkait judi online, Al Haris menyebut Provinsi Jambi pada 2024 sempat masuk dalam kategori tinggi secara nasional berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
"Alhamdulillah saya meminta data dan sudah mendapatkan data lengkap. Saya mulai bekerja dan alhamdulillah angka ini turun. Untuk ASN sudah kita ingatkan. Jika tidak berubah, tentu ada tindakan tegas. Anak-anak juga harus menjadi perhatian karena jumlahnya cukup besar," ujarnya.
BACA JUGA:GOR Kota Baru Menggema! Belasan Ribu Pelajar Deklarasi Tolak IRET, TCC dan Bullying
Selain judi online, Gubernur Al Haris juga mengingatkan bahaya pengaruh konten negatif yang dapat menjerumuskan generasi muda ke paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Ia mengungkapkan, pemerintah pernah menemukan adanya pelajar yang terpapar situs-situs radikal.
Bahkan, terdapat kasus seorang mahasiswa di luar daerah yang terlibat aksi pembakaran kantor polisi akibat terpengaruh paham yang keliru.
"Jangan sampai anak-anak memiliki pemahaman jihad yang salah. Ini sangat berbahaya," katanya.
BACA JUGA:Siap-siap! Akan Ada Retret Pejabat Eselon II Pemprov Jambi
Mengenai narkoba dan perundungan, Al Haris menyampaikan bahwa persoalan tersebut juga menjadi perhatian serius. Menurutnya, banyak penghuni lembaga pemasyarakatan anak yang tersandung kasus narkoba.
Sementara itu, kasus perundungan di lingkungan pendidikan juga masih menjadi persoalan. Data nasional menunjukkan masih banyak sekolah yang menghadapi kasus bullying yang berdampak pada kenyamanan dan psikologis korban.
Di akhir arahannya, Gubernur Al Haris menyampaikan pesan kepada para pelajar agar mampu menjaga diri dan fokus mengejar pendidikan.
"Anak-anakku, kalau bisa menjaga diri dengan baik, tidak terlibat narkoba, tidak judi online, dan tidak terpapar paham radikal, anak-anak sudah memiliki masa depan 60 persen. Sisanya 40 persen adalah perjuangan dan doa," ucapnya.
BACA JUGA:Gubernur Al Haris Dampingi Menteri Fadli Zon Berikan Kuliah Umum di UNJA
Ia juga mengingatkan para pelajar agar menjadikan pendidikan sebagai jalan utama meraih masa depan.
"Utamakan pendidikan. Pendidikan adalah jalan untuk mencapai masa depan. Jangan pernah berhenti belajar, gunakan masa muda untuk menuntut ilmu, mengembangkan potensi, dan membangun karakter. Hindari kegiatan negatif, hoaks, serta pengaruh yang bertentangan dengan nilai Pancasila," pesannya.
Al Haris juga mengajak para pelajar meneladani perjuangan para pejabat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
"Saya yang hadir di sini, rata-rata adalah orang biasa. Tidak memiliki modal besar maupun kekayaan, tetapi memiliki masa depan karena sekolah dengan rajin, berjuang, dan terus semangat. Tidak ada yang aneh-aneh, sehingga bisa mencapai apa yang diraih hari ini," pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Bungo Dedy Putra, S.H., M.Kn., mengajak seluruh pelajar SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Kabupaten Bungo mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut dengan baik agar memiliki pemahaman yang kuat sejak dini.
BACA JUGA:WFH Jumat Harus Dipatuhi, Gubernur Jambi Al Haris Ingatkan OPD untuk Tidak Melanggar, Demi Efisiensi Anggaran
Menurutnya, kegiatan ini penting untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta membentuk perilaku positif di tengah masyarakat. Ia juga menekankan dampak buruk paham radikal, perundungan, dan narkoba terhadap masa depan generasi muda.
"Dengan pemahaman yang baik, kita berharap para pelajar dapat menjadi agen pencegahan di sekolah maupun lingkungan sekitar," ujar Dedy.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk menolak segala aktivitas balap liar dan geng motor di Kabupaten Bungo.
Selain itu, kegiatan diisi dengan diskusi dan sesi tanya jawab bersama narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) serta Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.
BACA JUGA:Gubernur Al Haris Apresiasi Penyerahan Murid Baru Secara Adat Melayu Jambi di SMA Negeri 1 Muaro Jambi
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar MY, S.E., M.M., unsur Forkopimda Kabupaten Bungo, kepala OPD Kabupaten Bungo, para kepala sekolah, guru, pelajar, perwakilan organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, serta tamu undangan lainnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



