Karhutla Muarojambi Meluas, 18 Kasus dengan total 37,95 Hektare Lahan Terbakar
Foto udara lahan terbakar di Kabupaten Muarojambi.-ist/jambi independent-
SENGETI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muarojambi mencatat, sebanyak 18 kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) hingga awal Agustus 2026.
Dari seluruh kejadian tersebut, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 37,95 hektare.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, mengatakan kasus Karhutla tersebar di enam kecamatan, yakni Jambi Luar Kota (Jaluko), Sekernan, Kumpeh, Mestong, Maro Sebo, dan Sungai Gelam.
"Mayoritas kejadian terjadi pada Juli. Sebelumnya masing-masing satu kasus terjadi pada Februari dan Maret, kemudian satu kasus kembali terjadi pada 2 Agustus," kata Anari, Selasa (4/8).
BACA JUGA:Karhutla Jambi Capai 222 Hektare, Satgas Siagakan Pesawat Cessna untuk OMC
Anari menyampaikan, lahan yang terbakar didominasi lahan mineral dan semi gambut milik masyarakat. Vegetasi yang terbakar sebagian besar berupa pepohonan dan semak belukar.
Dari seluruh kejadian tersebut, kata dia, kebakaran dengan luasan terbesar terjadi pada 21 Juli di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Kumpeh. Sekitar 20 hektare lahan gambut milik masyarakat terbakar dalam peristiwa tersebut.
"Peristiwa di Rantau Panjang menjadi kebakaran dengan luasan paling besar tahun ini. Karena itu, kami terus meningkatkan pemantauan di wilayah-wilayah yang rawan," ujarnya.
Ia mengatakan Kabupaten Muaro Jambi hingga kini masih berstatus Siaga Darurat Bencana Karhutla yang berlaku sejak 15 April hingga 15 Oktober 2026.
BACA JUGA:Cuaca Tak Menentu, Pemprov Jambi Siagakan Helikopter untuk Tangani Karhutla
Anari juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, pencegahan tetap menjadi langkah utama untuk menekan bertambahnya kasus karhutla selama musim kemarau.
"Kalau masyarakat menemukan titik api, segera laporkan agar dapat segera ditangani sebelum meluas. Penanganan akan jauh lebih mudah jika api masih dalam skala kecil," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



