Waduh! 539 Pekerja di Muaro Jambi Kena PHK, Ratusan Ternyata Terdampak dari Satu Perusahaan
Ilustrasi. Ratusan pekerja di Muaro Jambi kena PHK.-ist/jambi-independent.co.id-
MUARO JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Sebanyak 539 pekerja di Kabupaten MUARO JAMBI kehilangan pekerjaan sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut didominasi sektor industri pengolahan kayu, di tengah kebijakan efisiensi perusahaan dan berbagai tekanan usaha.
Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Muaro Jambi mencatat, sebagian besar pekerja yang terkena PHK berasal dari satu perusahaan pengolahan plywood.
Jumlah pekerja yang terdampak bahkan mencapai 536 orang dari total 539 pekerja yang tercatat kehilangan pekerjaan selama tujuh bulan pertama 2026.
Perusahaan tersebut yakni PT Sumber Graha Sejahtera yang beroperasi di wilayah Kabupaten Muaro Jambi. PHK dilakukan secara bertahap sejak Maret hingga Juli 2026.
Gelombang PHK pertama tercatat pada 2 Maret 2026 dengan 54 pekerja terdampak. Selanjutnya, sebanyak 78 pekerja kembali kehilangan pekerjaan pada 31 Maret.
Jumlah PHK kemudian meningkat tajam pada Juni. Pada 24 Juni, perusahaan memberhentikan 200 pekerja, disusul 166 pekerja lainnya pada 25 Juni.
Dalam dua hari berturut-turut, sebanyak 366 pekerja terdampak PHK.
BACA JUGA:Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara, Kejati Jambi Bantah Pelaku Penipuan Berstatus Jaksa di Kejati
Efisiensi masih berlanjut pada Juli. Pada 1 Juli 2026, sebanyak 38 pekerja kembali diberhentikan.
Jika seluruh angka tersebut dijumlahkan, total pekerja PT Sumber Graha Sejahtera yang terkena PHK mencapai 536 orang.
Selain industri pengolahan kayu, PHK juga terjadi di sejumlah perusahaan lain di Kabupaten Muaro Jambi. Namun, jumlah pekerja yang terdampak jauh lebih sedikit.
Di sektor perkebunan kelapa sawit, PT Brahma Bima Bakti tercatat melakukan PHK terhadap satu pekerja pada 2 Februari 2026 dengan alasan indisipliner.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



