bank jambi baru

Bupati Merangin Ulitmatum OPD! PAD Tak Capai Target, Siap-siap Dievaluasi

Bupati Merangin Ulitmatum OPD! PAD Tak Capai Target, Siap-siap Dievaluasi

RAPAT: Bupati Merangin, M. Syukur saat memimpin Rapat Evaluasi Penerimaan PAD Triwulan II Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin.-ist/jambi independent-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Nada bicara Bupati Merangin, M. Syukur, terdengar tenang, tetapi sarat makna saat memimpin Rapat Evaluasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Triwulan II Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin, Senin (3/8).

Di hadapan para pejabat daerah, M. Syukur memberikan peringatan tegas terkait rendahnya realisasi PAD yang dinilai masih jauh dari target.

Rapat strategis tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Zulhifni, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola PAD, serta seluruh camat se-Kabupaten Merangin

Agenda rapat difokuskan pada Evaluasi capaian PAD Triwulan II, penyusunan target Triwulan III, serta pencarian solusi untuk meningkatkan penerimaan daerah.

BACA JUGA:Merangin Bersiap Sambut Tim Penilai Revalidasi UNESCO Global Geopark 2026

Dalam arahannya, M. Syukur mengkritik sikap sebagian kepala OPD dan camat yang dinilai kurang proaktif serta minim inovasi dalam menggali potensi pendapatan daerah.

Ia menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi yang memberikan fasilitas, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan demi mewujudkan kemandirian fiskal Kabupaten Merangin.

"Jabatan-jabatan yang diberikan kepada Bapak/Ibu bukan sekadar duduk manis, kemudian menikmati semua fasilitas. Kita semua ini punya tanggung jawab," tegas M. Syukur.

Dia juga menyoroti ketimpangan antara pendapatan daerah dan beban belanja pemerintah.

BACA JUGA:Korupsi Dana BOS SMAN 6 Merangin, Jaksa Tetap pada Tuntutan, Replik dan Duplik Digelar Sekaligus

Menurutnya, dengan kebutuhan belanja pegawai yang mencapai sekitar Rp700 miliar, capaian PAD saat ini masih jauh dari memadai.

Ia menegaskan tidak akan ragu melakukan evaluasi terhadap pejabat yang tidak mampu memenuhi target penerimaan daerah.

"Kalau memang, mohon maaf, tidak mampu mencapai target, ya sudah, Pak. It's okay, jujur. Sampaikan kepada kami. Kalau Bapak tidak bisa bekerja, ya saya mohon maaf. Evaluasi ini selesai," ujarnya.

Sektor pajak dan retribusi menjadi sorotan utama dalam rapat tersebut. Salah satunya adalah Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang realisasinya baru mencapai sekitar 6 persen. 

BACA JUGA:Bupati M Syukur Bakal Perpanjang Runway CFD Merangin

M. Syukur menilai para camat belum maksimal turun ke lapangan untuk memantau dan mengoptimalkan potensi penerimaan pajak di wilayah masing-masing.

Selain itu, sejumlah perangkat daerah pengelola retribusi, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Pariwisata, dan Dinas Perkebunan, juga mencatatkan capaian yang masih jauh di bawah target pada pertengahan tahun.

Menutup rapat, M. Syukur meminta seluruh kepala OPD dan camat segera meningkatkan kinerja, menghadirkan inovasi untuk mendongkrak pendapatan daerah, serta mengambil langkah tegas dalam penagihan tunggakan pajak agar target PAD Triwulan III Tahun 2026 dapat tercapai.



Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: