Di Balik Sorotan Bisnis Batu Bara Jambi, Ada Kisah yang Rupanya Jarang Terungkap
Mengenal sosok Ade Erlanda dan Yanti.-ist/jambi-independent.co.id-
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Bisnis batu bara di Provinsi JAMBI selama ini menjadi salah satu sektor yang kerap mendapat perhatian publik.
Selain berhubungan dengan aktivitas ekonomi dan investasi, industri tersebut juga tidak lepas dari berbagai sorotan serta perdebatan di tengah masyarakat.
Di tengah dinamika tersebut, nama pasangan pengusaha asal Jambi, Ade Erlanda dan Yanti, turut menjadi perbincangan di media sosial.
Keduanya dikenal sebagai pasangan yang menjalankan aktivitas bisnis di sektor batu bara dan niaga batu bara.
BACA JUGA:'Bantai Yok Bantai!' Video Sekelompok Remaja Bersenjata Tajam di Kota Jambi Bikin Geger
Namun, di balik sorotan yang muncul, terdapat sisi lain mengenai perjalanan pasangan tersebut yang disampaikan oleh seseorang yang mengaku mengenal keduanya secara dekat.
Menurut sumber tersebut, perjalanan bisnis Ade dan Yanti tidak dibangun dari latar belakang keluarga pejabat maupun konglomerat.
"Saya kenal baik sosok pasangan ini. Di mata saya, mereka adalah adek-adekan saya. Mereka adalah sosok pengusaha sukses yang berangkat dari nol besar. Mereka bukan anak siapa-siapa, bukan anak pejabat, dan bukan pula keturunan konglomerat Jambi," ujar sumber tersebut.
Ia menilai salah satu faktor yang membuat pasangan itu mampu bertahan dan berkembang dalam dunia usaha adalah kekompakan dalam menjalankan bisnis.
BACA JUGA:Honda Brio RS Bekas Masih Jadi Incaran Anak Muda, Ini Daftar Harga dan Spesifikasinya
Menurutnya, Ade lebih banyak berperan dalam operasional lapangan, sementara Yanti disebut memiliki kemampuan dalam membangun komunikasi serta menangani urusan administrasi dan keuangan.
"Ade Erlanda itu operator lapangan yang handal dan humble. Sementara Hj. Yanti adalah juru lobi yang handal dan ahli di bidang akuntansi. Wajar mereka sukses karena selalu kerja bareng dan saling kontrol," katanya.
Sumber tersebut juga menilai aktivitas industri batu bara memiliki dampak terhadap perekonomian, terutama melalui kontribusi terhadap penerimaan negara dan penyerapan tenaga kerja.
Ia menyebut keberadaan pengusaha lokal di sektor tersebut semestinya juga dilihat dari sisi kontribusinya terhadap perekonomian daerah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



