'Bantai Yok Bantai!' Video Sekelompok Remaja Bersenjata Tajam di Kota Jambi Bikin Geger
Video yang berisi sekelompok remaja bawa senjata tajam di Kota Jambi.-ist/jambi-independent.co.id-
KOTA JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok remaja membawa senjata tajam viral di media sosial dan mengundang perhatian warga KOTA JAMBI.
Dalam rekaman yang beredar, kelompok remaja tersebut terlihat berjalan sambil membawa benda yang diduga senjata tajam sebelum kemudian berlari ke arah kawasan SMPN 2 Kota Jambi.
Video tersebut diketahui beredar di media sosial pada Sabtu 1 Agustus 2026. Berdasarkan keterangan yang menyertai unggahan, peristiwa dalam rekaman disebut terjadi di kawasan Kecamatan Pasar, Kota Jambi.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, sejumlah remaja tampak bergerak dari arah kawasan Kampung Manggis. Beberapa di antaranya terlihat membawa benda yang diduga senjata tajam.
BACA JUGA:Honda Brio RS Bekas Masih Jadi Incaran Anak Muda, Ini Daftar Harga dan Spesifikasinya
Situasi kemudian berubah ketika terdengar suara seorang pria yang diduga memberikan aba-aba kepada kelompok tersebut.
"Bantai yok, bantai," terdengar suara pria dalam rekaman tersebut.
Tak lama berselang, suara tersebut kembali memberikan hitungan yang diduga menjadi tanda bagi kelompok remaja untuk bergerak.
"Satu, dua, tigaaaa," teriak suara tersebut.
BACA JUGA:Jambi Cerah Sepanjang Hari Minggu 2 Agustur 2026, BMKG Prediksi Suhu Capai 32°C
Setelah aba-aba itu terdengar, kelompok remaja tersebut kemudian berlari ke arah kawasan SMPN 2 Kota Jambi. Sejumlah remaja dalam video tampak mengacungkan benda yang diduga senjata tajam.
Rekaman tersebut kemudian menyebar di media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial mengaku khawatir dengan potensi aksi kekerasan yang melibatkan kelompok remaja di wilayah Kota Jambi.
"Gimana ini? Kok ga selesai-selesai masalah gengster? Meresahkan warga yang lewat," tulis salah satu akun dalam kolom komentar.
Komentar lainnya juga mempertanyakan upaya penanganan terhadap aksi kelompok remaja yang dinilai meresahkan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



