Tolak Aktivitas Berandalan Bermotor, Walikota dan Forkompinda Tandatangi Komitmen Bersama
Tolak Aktivitas Berandalan Bermotor Walikota dan Forkompinda Tandatangi Komitmen Bersama--
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Pemerintah Kota Jambi bersama Kepolisian, TNI, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat melaksanakan penandatanganan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk aktivitas berandalan bermotor di Kota Jambi, Rabu 29 Juli 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk keseriusan seluruh pihak dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat, sekaligus mencegah berkembangnya aksi-aksi kriminal yang dilakukan oleh kelompok berandalan bermotor.
Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang menegaskan bahwa, kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Penandatanganan komitmen bersama ini menjadi bukti bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tekad yang sama untuk menolak segala bentuk aktivitas berandalan bermotor di Kota Jambi.
BACA JUGA:Walikota Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
"Kepolisian akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran hukum, sekaligus mengedepankan upaya pencegahan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, sekolah, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat," kata dia.
Yang jelas kata dia, adanya berandalan bermotor ini tentu merusak masa depan anak muda. Maka perlu dilakukan tindakan yang dapat mengantisipasi hal-hal tersebut.
Kabag Ops Polresta Jambi, Kompol Yumika Putra membeberkan, terdapat 2 aliansi kelompok bermotor. Yakni, Awan Hitam yang memiliki 50 kelompok kecil dan aliansi Para Bintang yang memiliki 30 kelompok kecil.
Untuk modus kata dia, mereka saling efek di media sosial seperti Instagram, dan terpancing hingga melakukan aksi tawuran dengan menentukan tempat terlebih dahulu. Di antaranya di kawasan Kuburuan Cina.
BACA JUGA:Ganti Rugi Drainase Sungai Asam Berlanjut, Walikota Maulana Pastikan Warga Diuntungkan
"Sebelum aksi mereka minu mmiras. Jam rawan sekitar pukul 01.00 dini hari hingga pukul 05.00 WIB," terangnya.
Lokasi lainnya seperti, Simpang Bata, WTC, Sijenjang, perbatasan Simpang Rimbo arah Mendalo dan lainnya. Alat-alat yang digunakan seperti celurit, egrek, busur panah, parang, samurai hingga petasan.
Pemetaan Seberang berantakan bermotor berada di sejumlah tempat. Seperti kecamatan Jambi Timur, Pasar sna lain-lain.
"Dari monitoring medsos, yang didapat akan tujuan mereka adalah kebutuhan konten, yang kemudian disebarkan dan menjadi kepuasan mereka," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



