Bank Jambi Kejar Pemulihan Mobile Banking Bulan Ini, Audit Forensik Masih Berjalan
Sekda Provinsi Jambi, Sudirman.-ist/jambi independent-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Pemulihan layanan digital pasca insiden keamanan siber kini menjadi fokus utama manajemen Bank Jambi.
Salah satu layanan yang paling dinantikan kembali normal oleh nasabah adalah mobile banking yang hingga saat ini masih dalam tahap pemulihan sistem.
Gangguan layanan digital tersebut sebelumnya sempat membuat banyak nasabah kesulitan melakukan transaksi keuangan sehari-hari.
Kondisi itu pun memicu keresahan, terutama bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan mobile banking untuk kebutuhan transfer, pembayaran, hingga aktivitas perbankan lainnya.
BACA JUGA:Duh! Bupati Ini Jadi Tersangka dan Langsung Ditahan Kejati, Kasus Korupsi Dana Bencana
Komisaris Utama Bank Jambi, Sudirman, menegaskan bahwa pengoperasian kembali layanan mobile banking menjadi prioritas utama manajemen saat ini.
Menurutnya, layanan digital yang sebelumnya memberikan kemudahan bagi nasabah mendadak terganggu akibat insiden keamanan siber yang terjadi.
“Tantangan berikutnya yang paling segera harus ditindaklanjuti adalah mengaktifkan kembali mobile banking. Kemudahan-kemudahan yang sudah dialami nasabah tiba-tiba mengalami hambatan,” ujar Sudirman.
Ia menjelaskan, saat ini pihak manajemen masih menunggu hasil audit forensik menyeluruh untuk mengetahui akar persoalan dari insiden keamanan siber tersebut.
BACA JUGA:Bikin Kaget! Harga Emas Antam Hari Ini Kamis 7 Mei 2026 Naik Rp17 Ribu dalam Sehari
Dewan Komisaris, lanjutnya, juga telah meminta agar proses audit forensik dipercepat sehingga layanan digital Bank Jambi dapat segera kembali beroperasi secara normal.
“Mudah-mudahan di bulan Mei ini audit forensik sudah bisa kita dapatkan, dan dalam bulan ini juga kita harapkan mobile banking sudah bisa beroperasi,” tambahnya.
Terkait dugaan kemungkinan adanya keterlibatan pihak internal dalam kasus peretasan tersebut, Sudirman memilih untuk belum berspekulasi lebih jauh.
Ia menegaskan bahwa seluruh pihak diminta menunggu hasil resmi audit forensik sebelum menyimpulkan penyebab utama insiden tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


