Bahlil: CNG Bisa Gantikan LPG dengan Harga 30% Lebih Murah, Ditargetkan Bisa Dikonsumsi Tahun Ini
Menteri ESDM Bahlil sebut harga CNG 30% lebih murah untuk cadangan LPG-jambi-independent-PT. Mosafa sinergi
Pemerintah mencatat produksi LPG nasional terus menurun sejak 2010, dan kini hanya tersisa sekitar 1,6 juta ton per tahun.
Kondisi ini memaksa Indonesia untuk terus mendatangkan pasokan dari luar negeri dalam jumlah besar demi mencukupi kebutuhan domestik — terutama untuk sektor rumah tangga.
BACA JUGA:Miris! Sejumlah Siswa Terpaksa Ikut Ujian Susulan karena Kendala Biaya Sekolah
"Artinya dari tahun ke tahun dengan pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi, kita akan terus menambah impor LPG kalau tidak bisa kita konversikan ke sumber yang lain," tambah Laode.
Berbeda dengan LPG yang ketersediaan bahan bakunya terbatas di dalam negeri, sumber gas untuk CNG berasal dari lapangan-lapangan migas nasional.
Selain menghemat devisa, konversi ini juga berpotensi memangkas biaya subsidi energi hingga 30%.
"Kalau ini gasnya ada dari hasil kita sendiri, jaraknya juga tidak jauh. Jadi setelah dihitung-hitung disimulasikan bisa menghemat sekitar 30-an persen seperti yang sudah diumumkan oleh Bapak Menteri," katanya.
Pada tahap awal, distribusi CNG akan menyasar wilayah perkotaan dengan infrastruktur paling siap, dimulai dari kota-kota besar di Pulau Jawa, sebelum diperluas secara bertahap ke seluruh Indonesia.
"Roadmap-nya tentu ada. Intinya ke depan kita akan mereduksi LPG kita, kita gantikan dengan CNG," tandas Laode.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


