b9

Bahlil: CNG Bisa Gantikan LPG dengan Harga 30% Lebih Murah, Ditargetkan Bisa Dikonsumsi Tahun Ini

Bahlil: CNG Bisa Gantikan LPG dengan Harga 30% Lebih Murah, Ditargetkan Bisa Dikonsumsi Tahun Ini

Menteri ESDM Bahlil sebut harga CNG 30% lebih murah untuk cadangan LPG-jambi-independent-PT. Mosafa sinergi

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Pemerintah terus mematangkan rencana penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa berdasarkan hasil kajian, CNG bisa lebih murah hingga 30% dibandingkan LPG.

"CNG itu sudah dilakukan kajian. Harganya jauh lebih murah, kurang lebih sekitar 30% lah lebih murah," terang Bahlil usai ditemui di Istana Negara, dikutip Rabu (6/5/2026).

BACA JUGA:8.002 WNI Terjebak Sindikat Penipuan di Kamboja Minta Pulang, KBRI Sudah Fasilitasi 3.348 Orang

Bahlil menjelaskan, keunggulan harga CNG didorong oleh melimpahnya bahan baku gas di dalam negeri yang didukung industri lokal.

Kondisi ini membuat Indonesia tidak perlu melakukan impor, sehingga biaya transportasi pun dapat ditekan secara signifikan.

"Jadi kita tidak melakukan impor, cost transportasinya saja sudah bisa mengcover," ungkap Bahlil.

Menurutnya, sumber gas CNG tersebar di hampir semua wilayah yang memiliki cadangan gas, menjadikannya lebih efisien secara distribusi. Ia juga menegaskan bahwa pada skala besar, CNG sudah terbukti berjalan di berbagai sektor.

"Di daerah-daerah Jawa kan sudah dipakai CNG. Hotel, restoran, kemudian MBG dapur-dapur MBG sudah pakai itu," terangnya.

BACA JUGA:M Syukur Tinjau Lokasi MTQ ke-52 di Bukit Batu, Optimis Rampung Tepat Waktu

Ditargetkan Bisa Dikonsumsi Masyarakat Tahun Ini

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mematangkan pola distribusi dan menyiapkan infrastruktur pendukung di lapangan.

Percepatan konversi ini utamanya ditujukan untuk menekan porsi impor gas yang terus membengkak seiring pertumbuhan penduduk dan ekonomi.

"Ditargetkan tahun ini bisa dikonsumsi masyarakat," ujarnya dalam acara diskusi ASPEBINDO di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait