b9

Miris! Sejumlah Siswa Terpaksa Ikut Ujian Susulan karena Kendala Biaya Sekolah

Miris! Sejumlah Siswa Terpaksa Ikut Ujian Susulan karena Kendala Biaya Sekolah

Ilustrasi para siswa yang sedang mengikuti kegiatan ekstra.-ist/jambi independent-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Sejumlah siswa di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Jambi dikabarkan tidak diperkenankan mengikuti ujian akhir bersama rekan-rekannya. Penyebabnya, pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) atau administrasi sekolah yang belum tuntas.

BACA JUGA:Hardiknas! Masih Ada Bangunan Sekolah Berdinding Kayu Rapuh di Muaro Jambi, Kekurangan Tenaga

Akibatnya, siswa tersebut terpaksa mengikuti ujian susulan, sementara teman-temannya telah lebih dahulu melaksanakan ujian akhir di sekolah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebijakan tersebut diduga berkaitan dengan terlambatnya pembayaran biaya sekolah yang belum diselesaikan oleh orang tua siswa.
Salah seorang orang tua siswa, yang enggan disebutkan namanya, menyayangkan kondisi tersebut. Ia berharap pihak sekolah dapat lebih mengedepankan sisi kemanusiaan dan hak pendidikan anak.

“Kalau bisa jangan sampai anak jadi korban. Dia sebenarnya sudah siap ikut ujian, tapi karena ada kendala biaya jadi tidak bisa ikut bersama teman-temannya,” ujarnya.

“Sudah mau bayar, hanya saja waktu itu tanggal merah. Jadi bank tutup tidak bisa ambil uang, pas hari kerja antrean di Bank juga cukup ramai,” timpalnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Jambi Maulana menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait, mengingat madrasah berada di bawah kewenangan Kementerian Agama.

“Untuk madrasah itu memang di bawah kewenangan Kemenag, tetapi kita akan berkoordinasi. Kemampuan orang tua ini harus bisa diselesaikan. Pemerintah sudah ada program pendidikan gratis, nanti akan segera kita tindak lanjuti dan koordinasikan,” ujarnya.

BACA JUGA:Di Hadapan Tim PKKM 2025, Kepala MAN IC Jambi Paparkan Inovasi dan Capaian Madrasah

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiyono, menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan dan koordinasi dengan Kementerian Agama untuk mengetahui duduk perkara yang sebenarnya.

“Memang itu kewenangan Kemenag, tapi tetap akan kita koordinasikan. Kita akan cek terlebih dahulu, apakah kendalanya karena ketidakmampuan atau faktor lain. Beberapa kasus serupa di tahun-tahun sebelumnya juga sudah kita selesaikan,” jelasnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Fahrul Ilmi, menegaskan bahwa tidak boleh ada siswa yang terhambat mengikuti ujian karena persoalan administrasi.

“Saya belum mendapatkan informasi detail, tetapi secara umum baik sekolah negeri maupun swasta, semua memiliki hak yang sama dalam pendidikan. Jangan sampai ada siswa yang disandera tidak bisa ikut ujian karena masalah biaya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah telah memberikan dukungan melalui dana BOS dan berbagai program beasiswa pendidikan.

BACA JUGA:Banjir Sarolangun, Brimob Jambi Turun Tangan! 17 Personel Dikerahkan, Rumah hingga Sekolah Dipenuhi Lumpur

“Pemerintah sudah mensupport melalui dana BOS dan beasiswa. Jadi tidak ada alasan untuk menghambat hak pendidikan siswa. Ini akan kami cek dan tindak lanjuti,” pungkasnya.



Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: