Melonjak Tajam, Investasi di Muaro Jambi Capai Rp 788 Miliar pada Triwulan I 2026
Kepala DPMPTSP Muaro Jambi, Alias.-Foto : Junaidi-jambi independent
MUARO JAMBI,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Realisasi investasi di Kabupaten MUARO JAMBI pada triwulan pertama 2026 menunjukkan lonjakan signifikan. Nilainya mencapai Rp 788 miliar. Angka ini meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 291 miliar.
Data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Muaro Jambi mencatat, pertumbuhan tersebut didorong kuat oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mendominasi dengan nilai Rp 768 miliar. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi Rp 19 miliar.
Kepala DPMPTSP Muaro Jambi, Alias, menilai capaian ini sebagai sinyal awal yang positif bagi kinerja investasi daerah sepanjang tahun 2026.
“Tren pada triwulan pertama ini menunjukkan peningkatan yang cukup baik dibandingkan tahun lalu. Ini menjadi modal penting untuk mengejar target tahunan,” ujarnya, Selasa 5 Mei 2026.
Menurut Alias, dominasi PMDN menegaskan peran investor domestik sebagai penggerak utama investasi di daerah berjuluk Bumi Sailun Salimbai tersebut. Meski demikian, pemerintah daerah tetap mendorong peningkatan kontribusi PMA agar struktur investasi lebih berimbang.
“PMDN masih menjadi tulang punggung. Namun, kita terus membuka peluang bagi investor asing untuk masuk,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menargetkan realisasi investasi tahun ini dapat melampaui capaian tahun sebelumnya. Target tersebut merujuk pada penetapan dari pemerintah pusat melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang kemudian didistribusikan ke daerah.
Pada 2025, realisasi investasi Muaro Jambi tercatat mencapai Rp 4,6 triliun atau sekitar 354 persen dari target Rp 1,3 triliun. Dari total tersebut, PMDN menyumbang Rp 4,5 triliun, sementara PMA sebesar Rp 56 miliar.
Alias menjelaskan, tingginya capaian investasi tahun lalu didorong oleh sejumlah sektor unggulan, antara lain perkebunan, industri pengolahan, transportasi dan telekomunikasi, serta sektor perumahan.
BACA JUGA:Usia Bukan Halangan! Jemaah Calon Haji Tertua dari Jambi Berumur 100 Tahun, Termuda 14 Tahun
Ke depan, pemerintah daerah berupaya mendorong diversifikasi investasi agar tidak terpusat pada sektor tertentu.
“Kami ingin investasi berkembang lebih merata di berbagai sektor,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsistensi kebijakan serta kemudahan dalam pelayanan perizinan menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan investor.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


