b9

Denpom II/2 Jambi Turun Tangan! Dosen UIN STS Jambi Buka Suara Soal Ada Anggota TNI Aktif Saat Penggerebekan

Denpom II/2 Jambi Turun Tangan! Dosen UIN STS Jambi Buka Suara Soal Ada Anggota TNI Aktif Saat Penggerebekan

Dedek Kusnadi kembali membuat pernyataan.-ist/jambi-independent.co.id-

KOTA JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Polemik penggerebekan yang menyeret nama seorang dosen di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi akhirnya memasuki babak baru.

Dalam video klarifikasi sebelumnya, sang dosen yang bersangkutan, Dedek Kusnadi, menyampaikan bahwa dia juga bersama seorang pria yang merupakan anggota Korem (TNI).

Pernyataan ini tentu membuat gempar. Personel Denpom II/2 Jambi pun turun langsung melakukan pengecekan ke Polsek Telanaipura, terhadap yang bersangkutan.

Hasilnya, ternyata pria yang bernama Yoli Yandri tersebut tak lagi merupakan anggota TNI aktif. Dia telah dipecat beberapa tahun lalu.

BACA JUGA:Dosen UIN STS Jambi Digerebek! Korem 042/Gapu Ungkap Fakta Isu Keterlibatan TNI

Akhirnya, Dedek Kusnadi pun kembali menyampaikan klarifikasi terbuka kepada publik, hari Selasa tanggal 5 Mei 2026.

Dalam pernyataannya, Dedek yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Dekan—namun kini telah dinonaktifkan oleh pihak kampus—membenarkan bahwa peristiwa penggerebekan memang terjadi di sebuah hunian kost.

“Memang benar telah terjadi penggerebekan di area hunian kost,” ujarnya dalam video klarifikasi yang beredar.

Namun, yang menjadi sorotan utama adalah pengakuannya terkait informasi sebelumnya mengenai dugaan keterlibatan oknum TNI. Dedek secara tegas meluruskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

BACA JUGA:Dosen UIN STS Jambi Digerebek! Pengacara Istri Sah Ungkap Fakta Terkait Laporan di Polsek Telanaipura

Ia menjelaskan bahwa sosok pria yang sempat disebut-sebut dalam peristiwa tersebut, bukan anggota TNI aktif.

“Yoli bukan anggota TNI. Saat saya mengenalnya beberapa tahun lalu, dia memang masih aktif. Saya tidak mengetahui kalau saat ini sudah tidak lagi menjadi anggota TNI,” jelasnya, yang di dalam video juga didampingi dengan Yoli Yandri, si pecatan TNI.

Dedek juga mengakui bahwa pernyataan awal yang sempat ia sampaikan merupakan kekeliruan pribadi. Ia pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat, termasuk kepada institusi militer.

“Pernyataan sebelumnya adalah kekeliruan saya. Saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Jambi dan kepada Korem,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait