Bantah Isu Tutup Alfamart-Indomaret demi KDMP, Lasarus: Hanya Soal Pembatasan Ekspansi, Bukan Tutup Usaha
Komisi V DPR membantah isu viral yang menyebut DPR mendukung penutupan Alfamart dan Indomaret-Jambi-Independent-akmal
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Isu yang menyebut DPR mendukung penutupan minimarket seperti Alfamart dan Indomaret demi kepentingan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dipastikan tidak benar.
Ketua Komisi V DPR, Lasarus, menegaskan unggahan yang beredar di media sosial tersebut merupakan informasi keliru dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Ia menjelaskan, narasi yang mencatut foto Ketua DPR, Puan Maharani, bukanlah pernyataan Puan. Diskursus terkait persebaran minimarket itu disampaikan langsung olehnya dalam rapat kerja Komisi V bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT).
"Itu saya sampaikan dan bisa disaksikan rekaman video rapatnya antara Komisi V DPR dengan Mendes PDT," ujar Lasarus dalam keterangan tertulis, Februari 2026.
BACA JUGA:ATM Bank Jambi Masih Dibatasi! Dirut Pastikan Dana Nasabah Kembali 100 Persen, Termasuk Biaya Admin
Hanya Bahas Keluhan Pedagang Kelontong
Lasarus menegaskan, dalam rapat tersebut tidak pernah ada pernyataan yang mendorong penutupan minimarket.
Ia hanya menyampaikan berbagai keluhan masyarakat, khususnya pedagang kelontong yang terpaksa gulung tikar karena kalah bersaing dengan ekspansi minimarket besar yang didukung pemodal kuat hingga menjangkau pelosok desa dan dusun.
Menurutnya, ekspansi ritel modern yang masif membuat pedagang kecil kesulitan bersaing, terutama dalam hal harga dan distribusi barang.
Karena itu, ia mengusulkan agar ekspansi minimarket tidak terus merambah hingga ke desa-desa terpencil, melainkan cukup berada di tingkat kabupaten dan kecamatan.
Dengan demikian, rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat desa dapat ditopang oleh pedagang kelontong, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
"Ada bukti rekaman yang bisa dilihat secara terbuka di laman pemberitaan resmi DPR," tegasnya.
BACA JUGA:Ironi di Depan Kantor DLH! Sampah Menggunung Bau Menyengat di Kawasan Perkantoran Pemkab Muaro Jambi
Viral di Media Sosial
Isu penutupan minimarket mencuat setelah sebuah akun media sosial @bitorexpost mengunggah konten bertuliskan:
"Breaking News: DPR Dukung Menteri Desa Tutup Alfa-Indomaret Demi Koperasi Desa."
Unggahan tersebut menampilkan foto Puan Maharani dan viral sejak Ahad, 22 Februari, dengan lebih dari 28 ribu suka, 22 ribu komentar, serta 16 ribu kali dibagikan ulang.
Lasarus menilai unggahan tersebut hoax dan tendensius.
"Unggahan itu adalah hoax dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya," ujarnya.
BACA JUGA:Dunia Bergejolak, Indonesia Terancam? JK Angkat Suara soal Risiko Kelangkaan BBM
Sorotan pada Ekspansi Minimarket
Sebelumnya, pada November 2025, Komisi V DPR menggelar rapat bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto.
Dalam rapat tersebut, Yandri menyoroti ekspansi minimarket hingga ke pelosok desa yang dinilai berpotensi menghambat pembangunan KDMP.
"Artinya tidak apple to apple. Mereka sudah sangat besar, sangat monopoli," kata Yandri dalam rapat itu.
Meski demikian, pembahasan tersebut lebih menitikberatkan pada pengaturan ekspansi, bukan penutupan usaha ritel modern.
Komisi V menegaskan, informasi yang beredar di media sosial perlu diverifikasi sebelum disebarluaskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



