b9

Trump Umumkan Operasi Militer Besar-Besaran ke Iran, Rudal dan Angkatan Laut Jadi Target

Trump Umumkan Operasi Militer Besar-Besaran ke Iran, Rudal dan Angkatan Laut Jadi Target

Presiden AS Donald Trump-ist/jambi-independent.co.id-

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Dunia kembali dikejutkan oleh pernyataan keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun X resminya @realDonaldTrump pada Sabtu dini hari 28 Februari 2026 waktu AS), Trump mengumumkan dimulainya operasi militer besar-besaran terhadap Iran.

Pernyataan itu langsung memicu gelombang reaksi global. Dalam video tersebut, Trump menegaskan bahwa militer AS tengah melancarkan operasi berkelanjutan yang menyasar kemampuan rudal dan kekuatan angkatan laut Iran.

“Militer Amerika Serikat sedang melancarkan operasi besar-besaran dan berkelanjutan untuk mencegah kediktatoran radikal yang sangat jahat ini dari mengancam Amerika dan kepentingan keamanan nasional inti kita,” ujar Trump.

BACA JUGA:Skema THR Ojol Dimatangkan, Pemerintah Janji Lebih Baik dari Tahun Lalu

Target: Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran

Trump secara gamblang menyebut bahwa tujuan utama operasi ini adalah menghancurkan industri rudal Iran dan melumpuhkan kekuatan angkatan lautnya.

“Kita akan menghancurkan rudal-rudal mereka dan meluluhlantakkan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah. Industri itu akan benar-benar, sekali lagi, dimusnahkan. Kita akan memusnahkan angkatan laut mereka,” tegasnya.

Langkah ini diklaim sebagai upaya membela warga negara AS dari ancaman nyata yang disebutnya berasal dari rezim di Iran.

Isu Nuklir Kembali Memanas

Dalam pernyataannya, Trump juga menyinggung dugaan bahwa Iran berusaha membangun kembali program nuklirnya setelah sebelumnya dibombardir oleh Amerika Serikat dan Israel pada Juni 2025 lalu.

BACA JUGA:Harga BBM Pertamina Maret 2026 Naik! Dexlite Rp14.200, Cek Daftar Lengkapnya di Sini

“Mereka menolak setiap kesempatan untuk menghentikan ambisi nuklir mereka, dan kita tidak bisa mentoleransinya lagi,” katanya.

Isu nuklir Iran memang telah lama menjadi sumber ketegangan geopolitik. Pernyataan terbaru Trump ini berpotensi meningkatkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: