KLH Bersama APP Group Ajak Generasi Muda Kenali Pengelolaan Ekosistem Gambut melalui Program KELANA di Jambi
Kegiatan KLH bersama APP Group-ist/jambi-independent.co.id-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Internasional, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama APP Group, melalui unit usahanya PT Wira Karya Sakti (WKS), mengajak generasi muda untuk mengenal lebih dekat pengelolaan ekosistem gambut berkelanjutan melalui kegiatan KELANA (Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda).
Kegiatan ini dilaksanakan di area operasional PT WKS, Distrik VII.
KELANA merupakan program inisiasi KLH/BPLH yang dirancang sebagai platform edukasi lingkungan bagi generasi muda, dengan melibatkan dunia usaha sebagai mitra kolaboratif.
Pada pelaksanaan di Jambi, PT WKS berperan sebagai tuan rumah kegiatan, sekaligus membuka akses pembelajaran lapangan bagi peserta.
BACA JUGA:Soal LPG 3 Kg di Tebo Langka! Pertamina Awasi 280 Pangkalan, Pengecer Nakal Bakal Disanksi
Puluhan pelajar SMA dari beberapa daerah di Indonesia mengikuti rangkaian diskusi interaktif dan field trip yang berfokus pada perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut, mulai dari aspek hidrologi, pencegahan kebakaran, hingga pemanfaatan ekonomi yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.
*Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut KLH/BPLH, Edy Nugroho Santoso*, menegaskan bahwa KELANA menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas edukasi ekosistem gambut kepada generasi muda melalui pendekatan kolaboratif.
“Pada peringatan Hari Lahan Basah Sedunia ini, kami bekerja sama dengan PT WKS untuk memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai ekosistem gambut. Gambut membutuhkan perhatian dari berbagai kalangan karena memiliki fungsi ekologis sekaligus potensi ekonomi. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa memelihara gambut dapat berjalan seiring dengan manfaat ekonomi,” ujar Edy.
Ia menambahkan, selain gambut, peserta juga diperkenalkan pada keterkaitan fungsi ekosistem mangrove sebagai bagian dari lahan basah, terutama dalam konteks keanekaragaman hayati, penyimpanan karbon, dan fungsi hidrologis.
BACA JUGA:Akhirnya! Batik Air dan Super Air Jet Buka Akses Terbang Langsung ke Bungo, Mudik Jadi Lebih Mudah
“Baik gambut maupun mangrove memiliki peran strategis dalam mitigasi perubahan iklim, meskipun berada pada lanskap yang berbeda,” jelasnya.
Pemilihan lokasi kegiatan di Distrik VII PT WKS, lanjut Edy, didasarkan pada praktik pengelolaan hidrologis gambut yang telah berjalan dengan baik, serta adanya pemberdayaan masyarakat di sekitar area konsesi, yang sejalan dengan arah kebijakan KLH dalam mendorong kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.
Sementara itu, *Deputy Director of Corporate Strategic & Relations APP Group, Iwan Setiawan*, menyampaikan bahwa keterlibatan APP Group dalam KELANA merupakan bentuk dukungan terhadap program edukasi lingkungan yang diinisiasi pemerintah.
“Melalui program KELANA, kami mendukung upaya KLH untuk mengajak generasi muda melihat langsung bagaimana pengelolaan lahan gambut dilakukan secara bertanggung jawab.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



