Bongkar Arah Jambi ke Depan! Al Haris Buka-bukaan soal Tambang Rakyat, Sawah Baru, hingga Ketahanan Pangan
Gubernur Jambi Al Haris-andin/jambi-independent.co.id-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Gubernur Jambi Al Haris secara terbuka membeberkan arah besar pembangunan Provinsi Jambi ke depan, mulai dari pengelolaan tambang rakyat, penguatan ketahanan pangan, hingga optimalisasi sektor pertanian dan industri.
Hal tersebut disampaikan Al Haris usai mengikuti rapat paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi ke-69, dalam wawancara bersama awak media.
Menurut Al Haris, masa depan Jambi sangat ditentukan oleh kolaborasi dan sinergi seluruh elemen, baik pemerintah, masyarakat, maupun pelaku usaha.
Dengan sumber daya alam yang melimpah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), Jambi diyakini mampu melompat lebih jauh dalam pembangunan.
BACA JUGA:Dikepung Banjir dari Laut dan Sungai! Tanjab Timur Lumpuh Usai Diguyur Hujan Puluhan Jam
“Jambi ini punya potensi besar. Kalau potensi ini kita optimalkan dengan SDM yang baik dan semangat yang sama, insya Allah ke depan Jambi akan banyak meraih kemajuan,” ujar Al Haris.
Tambang Rakyat hingga Migas Jadi Tumpuan Ekonomi
Al Haris menjelaskan, sektor unggulan Jambi ke depan tetap sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, yakni pertanian, perkebunan, industri, termasuk pertambangan dan migas yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Salah satu sektor yang menjadi sorotan adalah sumur minyak rakyat dan potensi minyak aren. Jika ke depan memiliki regulasi yang jelas serta tata kelola yang baik, sektor ini diyakini mampu mendongkrak pendapatan masyarakat dan income per kapita.
“Kalau nanti regulasinya sudah jelas dan dikelola dengan baik, ini bisa menambah income per kapita masyarakat Jambi,” tegasnya.
BACA JUGA:Adu Nyaman MPV Premium: Toyota Voxy vs Nissan Serena, Siapa Juaranya?
Tambang Emas Ilegal Disiapkan Jadi Legal
Tak hanya itu, Al Haris juga menyinggung hadirnya Peraturan Menteri (Permen) Nomor 39 tentang Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
Melalui kebijakan ini, aktivitas tambang emas yang sebelumnya ilegal berpeluang dialihkan menjadi usaha legal berbasis koperasi desa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




