b9

Strain Andes Hantavirus Mampu Menular Antarmanusia, Ini Fakta di Balik Kasus Argentina

Strain Andes Hantavirus Mampu Menular Antarmanusia, Ini Fakta di Balik Kasus Argentina

Kemenkes catat 23 kasus hantavirus di Indonesia 2024–2026, 3 meninggal, tersebar di 10 provinsi. Semua kasus tipe HFRS dari Seoul Virus-jambi-independent-disway

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Sebuah tempat pembuangan sampah di Ushuaia, Argentina, menjadi pusat penyelidikan setelah diduga menjadi sumber wabah hantavirus yang menewaskan pasangan turis Belanda.

Namun, otoritas kesehatan setempat membantah keras teori tersebut, menegaskan bahwa wilayah paling selatan Amerika Selatan itu tak pernah mencatat kasus hantavirus sebelumnya.

Pejabat kesehatan nasional Argentina meyakini bahwa pasangan asal Belanda tersebut terpapar virus saat melakukan perjalanan birdwatching (mengamati burung) di sekitar Ushuaia.

Sementara itu, pemerintah lokal mengaku pertama kali mengetahui kecurigaan ini justru melalui pemberitaan media, bukan dari jalur resmi investigasi.

BACA JUGA:Sering Mengantuk Bukan Hal Sepele, Ini Sinyal Tubuh yang Wajib Didengarkan

Bantahan Keras dari Otoritas Ushuaia

Juan Facundo Petrina, Direktur Epidemiologi Ushuaia, menegaskan bahwa wilayahnya belum pernah mencatat kasus hantavirus, berbeda dengan sejumlah provinsi di Argentina bagian utara yang memang endemik.

"Saya yakin kita sedang menghadapi fitnah," kata Petrina dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Euronews. Ia juga mengkhawatirkan pemberitaan ini dapat berdampak negatif pada sektor pariwisata Ushuaia yang mengandalkan daya tarik keanekaragaman burung dan alam Patagonia.

BACA JUGA:Diabetes Tak Hanya di Gula Darah, Ini Tanda yang Muncul di Kulit

Jejak Kasus: Dari Birdwatching ke Kapal Pesiar

Kasus ini bermula ketika pasangan turis Belanda berusia 70 dan 69 tahun tiba di Argentina pada 27 November 2025.

Mereka menghabiskan beberapa bulan berkeliling negara itu dengan mobil, termasuk mengunjungi Chili dan Uruguay, sebelum kembali ke Argentina pada akhir Maret 2026.

Pada 1 April, mereka menaiki kapal pesiar MV Hondius dari Ushuaia. Tak lama kemudian, pria berusia 70 tahun mulai menunjukkan gejala hantavirus. Ia meninggal dunia pada 11 April. Istrinya kemudian juga meninggal di Afrika Selatan saat dalam perjalanan pulang ke Eropa.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: