b9

Jangan Diabaikan, Spatula Karet Usang Ternyata Picu Risiko Keracunan Makanan

Jangan Diabaikan, Spatula Karet Usang Ternyata Picu Risiko Keracunan Makanan

Spatula karet yang retak atau usang di dapur rumah tangga ternyata bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya seperti E. col-ilustrasi/jambi-independent-Akmal

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa spatula karet yang sudah retak atau usang di dapur ternyata bisa menjadi sumber bakteri berbahaya.

Ahli keamanan pangan memperingatkan, alat masak yang tampak sepele ini dapat meningkatkan risiko keracunan makanan hingga penyakit serius jika tidak segera diganti.

Direktur Canadian Research Institute for Food Safety di University of Guelph, Lawrence Goodridge, mengatakan sebagian besar kasus penyakit akibat kontaminasi makanan justru terjadi di dapur rumah tangga, bukan di restoran atau industri pangan.

"Retakan kecil pada spatula memiliki celah yang dapat menjebak sisa makanan dan kelembapan. Kondisi tersebut membuat bakteri mudah berkembang dan mencemari makanan yang dikonsumsi," ujar Goodridge.

BACA JUGA:Sering Mengantuk Bukan Hal Sepele, Ini Sinyal Tubuh yang Wajib Didengarkan

Biofilm Bakteri: Musuh Tak Terlihat di Dapur

Profesor Ilmu Pangan University of Guelph, Keith Warriner, menjelaskan bahwa retakan mikro pada spatula memungkinkan terbentuknya biofilm bakteri lapisan lendir tipis yang melindungi koloni bakteri dari pembersihan biasa.

"Bakteri bisa masuk dan membentuk biofilm. Dalam biofilm, bakteri dapat menjadi lebih tahan terhadap panas maupun cairan pembersih seperti pemutih," ujar Warriner dikutip dari Eating Well.

Ia menambahkan, mencuci spatula retak menggunakan mesin pencuci piring juga belum tentu menyelesaikan masalah.

Proses tersebut justru berpotensi melepaskan siloksan dan mikroplastik dari material spatula ke lingkungan.

Bakteri yang berkembang pada spatula rusak disebut dapat memicu paparan patogen seperti E. coli dan Salmonella, dua penyebab umum penyakit bawaan makanan atau foodborne illness yang gejalanya meliputi mual, muntah, diare, hingga demam.

BACA JUGA:Diabetes Tak Hanya di Gula Darah, Ini Tanda yang Muncul di Kulit

Kapan Harus Ganti Spatula?

Para ahli menyarankan masyarakat segera mengganti spatula yang retak, mengelupas, atau mulai rusak. Sebagai pengganti, disarankan memakai spatula silikon satu bagian tanpa sambungan agar bakteri tidak mudah masuk ke celah antara gagang dan kepala spatula.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: