Orangtua Wajib Jadi Contoh! Cara Efektif Mengatasi Anak Kecanduan Gadget
Menghentikan akses gawai harus diimbangi dengan aktivitas lain yang menyenangkan agar anak tidak merasa kehilangan hiburan.-dok/jambi-independent.co.id-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Kecanduan gadget pada anak kini menjadi tantangan serius bagi banyak orang tua, terutama ketika upaya pembatasan justru memicu reaksi emosional seperti marah, menangis, hingga mogok makan atau sekolah.
Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele, karena berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak, baik secara sosial, emosional, maupun kognitif.
Namun di balik tantangan tersebut, solusi tetap ada: orang tua perlu menerapkan aturan penggunaan gadget secara konsisten dan wajib menjadi contoh yang baik.
Mengalihkan perhatian anak ke aktivitas positif, serta membangun komunikasi yang hangat agar anak tetap bisa merasakan manfaat teknologi tanpa terjerat kecanduan.
BACA JUGA:Sehari 3 Pengedar Tumbang! Polisi Sikat Sabu di Teluk Sialang, Ini Kronologi Lengkapnya
Masalahnya bukan hanya soal lamanya waktu bermain ponsel, tablet, atau perangkat elektronik lainnya, tetapi juga dampaknya terhadap kesehatan fisik, perkembangan mental, hingga kemampuan sosial anak.
Jika tidak segera ditangani, kecanduan gawai dapat memengaruhi konsentrasi, kestabilan emosi, pola tidur, hingga menurunkan minat anak terhadap aktivitas di dunia nyata. Karena itu, orang tua perlu memahami langkah tepat untuk menghentikan kebiasaan tersebut secara sehat dan terarah.
Pemulihan dari kecanduan gawai bukan hal yang instan, tetapi sangat mungkin dilakukan jika orang tua konsisten menerapkan pola pendampingan yang tepat.
Proses pemulihan umumnya membutuhkan waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan, tergantung tingkat ketergantungan anak dan konsistensi lingkungan keluarga dalam menjalankan aturan.
BACA JUGA:Air Sering Mati, Kotor dan Bau Serta Berminyak, PDAM Tirta Muaro Jambi Diadukan ke YLKI
Beberapa gejala ketergantungan terhadap perangkat digital yang umum muncul, antara lain:
1. Mudah marah atau tantrum saat penggunaan gawai dibatasi.
2. Sulit berhenti bermain meski sudah diingatkan.
3. Kehilangan minat pada aktivitas lain, seperti bermain di luar atau membaca buku.
4. Pola tidur terganggu.
BACA JUGA:Kantor Pertanahan Kota Jambi Serahkan Sertipikat Rumah Ibadah GKSBS Pal Merah
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


