b9

Simak! Jemaah Haji 2026 Perlu Jaga Pola Makan dan Pentingnya Hidrasi Sejak Awal di Tanah Suci Makkah

Simak! Jemaah Haji 2026 Perlu Jaga Pola Makan dan Pentingnya Hidrasi Sejak Awal di Tanah Suci Makkah

Jemaah Haji 2026 Perlu Jaga Pola Makan di Tanah Suci Makkah--ist/jambi-independent.co.id-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Jemaah haji yang akan berangkat pada musim haji 2026 diimbau untuk menerapkan pola makan sehat secara konsisten guna menghadapi tantangan fisik dan cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Jemaah harus berjalan puluhan kilometer, menjalani tawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga melempar jumrah dalam kondisi cuaca ekstrem. Suhu di Makkah kerap melampaui 40 derajat celcius.

Paparan panas yang tinggi, dikombinasikan dengan aktivitas padat, membuat tubuh jemaah haji 2026 rentan mengalami dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan kesehatan serius.

Dalam kondisi seperti ini, pola makan memegang peran penting sebagai sumber energi sekaligus penopang daya tahan tubuh.

BACA JUGA:Jangan Sampai Tumbang! Simak 7 Tips Hindari Kelelahan Ekstrem hingga Puncak Haji di Arafah dan Hari Tasyrik

Ibadah haji 2026 merupakan perjalanan spiritual paling agung dalam Islam yang menuntut kesiapan menyeluruh, termasuk kondisi fisik yang prima.

Di balik kekhusyukan setiap rangkaian ibadah, terdapat aktivitas fisik yang sangat intens. Jemaah harus berjalan puluhan kilometer, menjalani tawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga melempar jumrah dalam kondisi cuaca ekstrem. Suhu di Makkah kerap melampaui 40 derajat celcius.

Agar ibadah tetap berjalan lancar dan khusyuk, berikut ini panduan pola makan sehat yang dapat diterapkan selama haji 2026. Pola Makan Sehat Selama Ibadah Haji 2026

1. Pentingnya hidrasi

BACA JUGA:Hindari Minuman Ini! Agar Jemaah Haji 2026 Terhindar dari Dehidrasi di Tengah Panas Ekstrem di Tanah Suci

Dehidrasi menjadi salah satu risiko terbesar selama pelaksanaan haji. Kehilangan cairan akibat suhu panas dan aktivitas fisik dapat menurunkan konsentrasi, melemahkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko heat stroke.

Jemaah disarankan mengonsumsi air putih minimal 2 hingga 3 liter per hari, bahkan lebih saat aktivitas ibadah meningkat. Asupan cairan sebaiknya dilakukan secara berkala tanpa menunggu rasa haus muncul.

2. Sarapan sumber energi

Menu, seperti roti gandum, telur rebus, oatmeal, atau bubur dapat menjadi pilihan yang tepat. Buah-buahan, seperti pisang dan apel juga praktis dibawa serta mengandung gula alami yang membantu meningkatkan energi.

BACA JUGA:Ririn Novianti Ajak Warga Muaro Jambi Jadikan Hari Bumi 2026, Momentum Aksi Nyata Selamatkan Gambut

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait