Terungkap! Rupanya Kejagung Mulai Usut Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi Gratis Sebelum Kepala BGN Dicopot
Kejagung RI rupanya sudah cukup lama mengintai BGN.-ist/jambi-independent.co.id-
JAKARTA, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap fakta baru dalam penanganan dugaan tindak pidana korupsi terkait tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).
Penyidikan perkara tersebut ternyata telah dimulai sejak 29 Mei 2026, beberapa hari sebelum pemerintah melakukan pergantian pimpinan BGN.
Informasi itu disampaikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaiman Nahdi, dalam konferensi pers penetapan tersangka yang digelar di Jakarta, Rabu 3 Juni 2026.
"Benar, kami telah melakukan penyidikan sejak 29 Mei 2026," ujar Syarief kepada awak media.
BACA JUGA:Sehari Usai Dicopot dari Kepala BGN, Dadan Hindayana Langsung Jadi Tahanan Kejagung
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang terkait waktu dimulainya proses hukum terhadap dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program prioritas nasional tersebut.
Penyidikan Dimulai Sebelum Pergantian Kepala BGN
Fakta bahwa penyidikan telah berlangsung sejak akhir Mei menjadi perhatian publik karena Presiden Prabowo Subianto baru melakukan pergantian pimpinan BGN pada 2 Juni 2026.
Artinya, proses hukum yang dilakukan penyidik Kejagung telah berjalan lebih dahulu sebelum keputusan pergantian pimpinan lembaga diumumkan pemerintah.
Tak hanya itu, penyidikan juga telah dimulai sebelum tim penyidik Jampidsus melakukan penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional yang berada di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
BACA JUGA:KPK OTT Kepala Imigrasi Jakarta Barat, Dugaan Permainan Izin Tinggal WNA Mulai Terkuak
Tiga Mantan Pejabat BGN Jadi Tersangka
Dalam perkembangan terbaru perkara tersebut, Kejagung menetapkan tiga pejabat Badan Gizi Nasional sebagai tersangka.
Mereka adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Lodewyk Pusung, serta Wakil Kepala BGN Sonny Sondjaya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



