PB Djarum
b9

Sempat Dikira Uang Palsu Rp230 Juta di Batang Hari, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

Sempat Dikira Uang Palsu Rp230 Juta di Batang Hari, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

Ilustrasi. Warga Kabupaten Batang Hari sempat heboh dengan ada uang ratusan juta rupiah yang diduga uang palsu.-ist/jambi-independent.co.id-

BATANG HARI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Warga Kabupaten BATANG HARI dibuat geger setelah beredar kabar adanya penemuan koper berisi uang senilai sekitar Rp230 juta yang diduga uang palsu di wilayah Kecamatan Maro Sebo Ulu.

Informasi tersebut bahkan dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.

Peristiwa itu bermula pada Rabu 20 Mei 2026 sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu personel Polsek Maro Sebo Ulu menerima laporan mengenai seorang pria yang diturunkan dari Bus ANS jurusan Padang di Pasar Sungai Rengas dan dibawa ke Puskesmas Sungai Rengas dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati pria tersebut belum dapat dimintai keterangan karena kondisinya yang masih lemah dan tidak sadar.

BACA JUGA:Pahami Perilaku Berkendara yang Bisa Sebabkan Kecelakaan Bersama Safety Riding Sinsen

Polisi kemudian melakukan pengecekan terhadap barang bawaan milik pria tersebut berupa tas dan koper. Saat diperiksa, petugas menemukan tumpukan uang pecahan dengan total nilai sekitar Rp230 juta.

Penemuan itu sempat membuat situasi menjadi heboh karena uang tersebut diduga uang palsu.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih teliti, petugas menemukan fakta berbeda.

Pada setiap lembar uang ditemukan tulisan "UANG MAINAN", sehingga dugaan awal terkait uang palsu dipastikan tidak benar.

BACA JUGA: Stok Hewan Kurban di Kabupaten Muaro Jambi Tembus 6 Ribu Ekor Menjelang Idul Adha

Identitas pria tersebut diketahui bernama Herman (49), seorang ASN asal Desa Sungai Hambir, Kecamatan Sungai Sepenggal, Kabupaten Muara Bungo.

Karena kondisinya tidak sadar dan diduga mengalami gejala stroke, pihak Puskesmas kemudian merujuk Herman ke Rumah Sakit HAMBA Muara Bulian untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kapolres Batang Hari AKBP Arya T Brahmana menegaskan masyarakat diminta tidak langsung mempercayai informasi yang beredar sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi dari aparat kepolisian.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang beredar di media sosial," kata dia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: