Emas Ludes! Korban Ditinggakan di Terminal Truk Bangko, Nenek di Sungai Penuh Diduga Korban Hipnotis
Tangkapan layar dari facebook Info Kito Kincai, terkait kasus dugaan korban hipnotis. --Ist/jambi-independent.co.id--
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Seorang nenek warga Sungai Liuk, Kota Sungai Penuh, diduga menjadi korban hipnotis oleh orang tak dikenal pada Sabtu pagi 2 Mei 2026, yang menyebabkan seluruh perhiasan emas miliknya hilang.
Kejadian ini kembali menyoroti maraknya kasus serupa di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh, sekaligus menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus kejahatan yang kian berulang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.44 WIB, beredar luar di akun facebook Info Kita Kincay dengan berbagai tanggapan pembaca.
Dalam rekaman itu, korban tampak sedang berada di luar pagar sebuah rumah. Beberapa saat, satu unit mobil berhenti tepat di depan sang nenek. Korban awalnya berinteraksi dengan seseorang yang belum diketahui identitasnya.
BACA JUGA:Update Harga BBM Hari Ini, Pertamax Turbo dan Dex Series Kompak Naik
Sang nenek terlihat sempat masuk ke dalam mobil. Sejurus kemudian lalu keluar dan kembali ke dalam rumah.
Setelah dari dalam rumah dengan pagar putih itu, nenek tersebut kembali terlihat keluar dan masuk ke dalam mobil yang diduga para pelaku.
Diduga dalam kondisi yang diduga tidak sepenuhnya sadar, korban kemudian mengikuti arahan pelaku hingga akhirnya diturunkan di Terminal Truk Bangko.
Saat tersadar, korban mendapati seluruh barang berharga berupa emas yang dipakainya telah hilang.
BACA JUGA:Banyak yang Salah Paham! Ini Perbedaan Mild Hybrid dan Full Hybrid
Kejadian ini menambah daftar panjang kasus dugaan hipnotis yang sebelumnya juga kerap terjadi di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dengan pola yang hampir serupa.
Masyarakat setempat pun mulai merasa resah, mengingat modus pelaku yang dinilai semakin rapi dan sulit dikenali. Banyak pihak berharap aparat polisi dapat segera mengusut tuntas kasus ini dan meningkatkan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Periksa semua cctv di sekitar tkp singkronkan dengan cctv lamu merah sungai penuh mana tau bisa lihat plat nopol mobil nya agar memudahkan pendarian,” sebut akun Micel di postingan tersebut.
“sudah bebereapa kejadian serupa terjadi di Kerinci, namun tak satu pun yang ketangkap…” kata Mulyadi Mul di tanggapan lain.
BACA JUGA:Inter Milan Kunci Gelar Serie A! Bekuk Parma 2-0, Napoli Tak Berkutik
Tak hanya menyoroti tentang kasus. Warganet juga mengibau agar warga tidak memakai perhiasan yang berlebih saat di luar rumah.
Selain itu, warga diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal. Mengurangi penggunaan perhiasan mencolok saat beraktivitas di luar rumah juga menjadi salah satu langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko menjadi target kejahatan.
“Berhias boleh, tapi jangan terlalu mencolok, orang juga sudah tau kalau kita itu banyak punya emas & banyak harta, dan pada akhirnya kita juga yang jadi korban, emas kita di ambil, kita di bunuh, kalai kita sudah mati apa masih bisa pakai emas di alam sana,” sebut akun Nhex’s Dap di kolom komentar. *
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


